> >

Ini Sejarah Pertamina, BUMN Pemilik dan Pengelola Kilang Minyak Balongan

Berita utama | 29 Maret 2021, 11:18 WIB
Ilustrasi logo Pertamina yang terdapat di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Salah satu BUMN di Indonesia, Pertamina membidangi bisnis migas mulai dari hulu hingga hilir.  (Sumber: KOMPAS.COM)

SOLO, KOMPAS.TV- Empat tanki produk premium di kilang minyak Balongan yang berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dilaporkan terbakar pada Senin (29/3/2021) dinihari tadi sekitar pukul 00.45 WIB.

Kilang minyak ini dimiliki dan dikelola PT Pertamina RU VI.

Dilihat dari sejarahnya, keberadaan kilang minyak di Indonesia mengilhami kelahiran Pertamina itu sendiri.

Berikut ini KompasTV, Senin (29/3/2021) menyarikan dari berbagai sumber mengenai sejarah salah satu BUMN di Indonesia, PT Pertamina.

Baca Juga: Kilang Minyak Pertamina Balongan Terbakar, PLN: 1.078 Listrik Pelanggan Mati

Dari catatan yang ada, PT Pertamina dilahirkan pada 10 Desember 1957. Dilansir dari Harian Kompas, 19 Desember 1983, Pertamina lahir dari PT Exploitasi Tambang Minyak Sumatera (PT ETMSU) yang kemudian berubah menjadi PT Perusahaan Minyak Nasional atau Permina.

Kelahiran PT Permina ini untuk menandai pemilikan usaha perminyakan secara nasional yang saat itu diusulkan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata RI (ABRI), Jenderal AH Nasution.

Sebelum muncul PT Permina, eksploitasi tambang minyak dikelola oleh PT Exploitasi Tambang Minyak Sumatera (PT ETMSU) meliputi lapangan minyak yang dikelola Shell kurang lebih selama 70 tahun di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

Permina

Pada 1957, lapangan minyak Tambang Minyak Sumatera Utara (TMSU) diambil alih oleh pemerintah dan mengalami perubahan nama, dari awalnya PT EMTSU menjadi PT Permina.

Kemudian, Permina membeli semua saham Nederlandsche Nieuw Guines Petroleum Maatschappij (NNGPM), suatu perusahaan di Papua yang sahamnya dipegang oleh Shell, Stanvac, dan Caltex pada 1964.

Setahun kemudian, PT Permina membeli semua aset Shell. Tindakan tersebut merupakan langkah awal untuk pemekaran daerah Permina.

Baca Juga: Kilang Minyak Balongan Terbakar, 74 Tahun Lalu Peristiwa Serupa Terjadi di Pangkalan Brandan

Sementara itu dibentuk PT Pertamin dari bekas perusahaan yang sebagian besar modalnya dipegang Belanda, NIAM.

Seiring perkembangan zaman, perusahaan ini difokuskan untuk menangani pemasaran minyak dalam negeri, sementara Permina menangani produksi.

Pertamina (Persero)

Seperti juga diberitakan Kompas.com (10/12/2019), pada 1968, Permina bergabung dengan Pertamin dan menjadi PT Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina).

Tugasnya menampung segala kegiatan manajemen dan eksplorasi perminyakan yang sebelumnya dilakukan terpisah oleh Pertamin dan Permina.

Penulis : Gading Persada Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU