> >

Pengungsi Intan Jaya Mulai Kekurangan Pangan, Pemprov Papua Siapkan 120 Ton Beras

Peristiwa | 25 Februari 2021, 07:35 WIB
Warga dari Kampung Mamba, Distrik Sugapa, hendak mengungsi ke Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Intan Jaya, Papua, Senin (15/2/2021) (Sumber: istimewa via Kompas.com)

PAPUA, KOMPAS.TV- Sebanyak 120 ton beras disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk didistribusikan ke pengungsi di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Ribuan warga mengungsi sebagai imbas konflik bersenjata antara pihak keamanan dengan Kelompok Kriminalisasi Bersenjata (KKB) Papua sejak 2019 lalu. 

Sebanyak 120 ton bantuan beras tersebut rencananya akan dipusatkan di Kabupaten Nabire, lalu didistribusikan kepada para pengungsi.

"Kami juga sudah koordinasi dengan Kementerian Sosial dan telah disiapkan beras sebanyak 120 ton dan akan diserahkan secara simbolis oleh wakil gubernur di Nabire," ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Ribka Haluk di Jayapura, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Mabes Polri Berangkatkan Tim Khusus Ungkap 2 Polisi Jual Senjata ke KKB Papua

Menurut dia, sudah ada tim dari Dinas Sosial Provinsi Papua di Kabupaten Mimika dan Nabire. Berdasarkan informasi yang diterima Dinas Sosial Provinsi Papua, terdapat sejumlah pengungsi dari Intan Jaya di dua kabupaten itu.

"Kami bentuk dua tim, saya langsung ke Mimika dan ada satu kepala bidang ke Nabire dan itu langsung bekerja sama dengan Kepala Dinas Sosial Nabire, Mimika dan, Intan Jaya, jadi koordinasi sudah kami lakukan," ungkap Ribka.

Melansir Kompas.com, penyaluran bantuan mulai dilakukan sembari tim melakukan pendataan jumlah pengungsi.

"Karena masyarakat kekurangan makanan, maka mulai hari ini, tim akan mulai menyalurkan (bantuan) di Nabire," imbuhnya. 

Baca Juga: Jadi Tantangan, Ini Cara Cegah Penularan Covid-19 di Pengungsian Korban Banjir

Sebagaimana diberitakan Kompas.tv sebelumnya Wakil Bupati Intan Jaya Yan Kobogoyau mengaku, sudah ada warganya yang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dan Mimika.

Selain 600 warga yang saat ini mengungsi di Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Distrik Sugapa, Yan mengatakan belum memiliki data untuk jumlah pengungsi lainnya.

"Kami belum pasti (datanya) tapi dari pihak gereja sudah melaporkan yang di Nabire, kalau 600 pengungsi itu di Sugapa," tandas Yan.

Baca Juga: Keamanan Belum Kondusif, Warga Intan Jaya Papua Terancam Kelaparan karena Tak Bisa Berkebun

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU