> >

Cerita Gubernur Anies Menatap Jenazah Kasus Covid-19 di RS Cengkareng: Bukan Fiksi

Peristiwa | 25 Januari 2021, 08:23 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan menatap jenazah kasus Covid-19 lewat CCTV jenazadi RSUD Cengkareng. (Sumber: akun facebook Anies Baswedan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menatap gambar jenazah pasien Covid-19 lewat layar CCTV.

“Pasien itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas, Ia telah jadi jenazah. Kematian dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya,” tulis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam unggahan di akun Facebooknya, Minggu (24/1/2021).  

Kisah tentang kematian pasien Covid-19 itu disampaikan Anies saat dia berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat. RSUD Cengkareng merupakan salah satu rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19.

Baca Juga: Gubernur Anies Perpanjang PSBB Ketat Jakarta Hingga 8 Februari 2021

Dalam unggahannya, Anies terlihat sedang menatap kamera pemantau (CCTV) yang memperlihatkan sesosok tubuh dibalut kain putih menutupi seluruh tubuh dari kepala hingga ke ujung kaki. Pasien itu berada di ruang   Intensive Care Unit (ICU).

Pada bagian lain, Anies mengunggah foto saat menginspeksi RSUD Cengkareng dan menemui keluarga pasien Covid-19 di depan ruang jenazah.

“Duka mereka terasa teramat dalam. Sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi secepat itu. Kebersamaan dan gelak tawa berpuluh tahun keluarga itu, kini tersimpan menjadi kenangan,” kata Anies. Jenazah itu pun dikebumikan menjelang maghrib. 

Baca Juga: Anies: Sejak Covid-19 Masih Dianggap Enteng, Kami di DKI Jakarta Sudah Siap Menghadapinya

Kisah yang dibagikan Anies untuk mengingatkan masyarakat Jakarta bahwa Covid-19 masih merajalela. Apalagi, kata Anies,  saat ini kasus Covid-19 paling banyak terjadi pada klaster keluarga. Anies mengatakan mayoritas yang terpapar adalah mereka yang berusia muda, namun, yang paling banyak meninggal adalah berusia tua.

"Pakai masker itu tidak nyaman, tapi ingatlah, terkena COVID-19 itu jauh lebih tidak nyaman. 
Berjarak, tak bersalaman dengan keluarga itu terasa aneh, tapi ingatlah terpisah untuk isolasi bahkan berpisah selamanya itu jauh amat tidak nyaman. Jadi jangan lelah, jangan lengah," ujar Anies. 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU