> >

Buka Indonesia Fintech Summit 2020, Jokowi: Jadilah Penggerak Literasi Keuangan Digital

Peristiwa | 11 November 2020, 22:31 WIB
Tangkapan layar saat Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Rencana Pencalonan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Olimpiade Tahun 2032 secara daring, Rabu 4/11/2020, di Istana Merdeka, Jakarta. (Sumber: setkab.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi para inovator dan penggerak industri financial technology (fintech).

Mereka mampu berkontribusi positif bagi perekonomian dan meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat.

Baca Juga: TOP 3 NEWS: Jokowi Beri Penghargaan Bintang Mahaputera, Gatot Absen di Istana, Video Syur Remaja

Bahkan di tahun ini, penyaluran pembiayaan finansial oleh fintech mencapai Rp 128,7 triliun atau meningkat 113 persen year-on-year.

"Sampai September 2020, terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi Rp 9,87 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan Indonesia. Sebanyak Rp 15,5 triliun disalurkan penyelenggara fintech equity crowd founding berizin. Hal ini merupakan perkembangan yang luar biasa," kata Jokowi, saat membuka Indonesia Fintech Summit 2020 dan Pekan Fintech 2020 secara virtual sebagaimana yang ditayangkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, (11/11/2020).

Meskipun demikian, lanjut Jokowi, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah dalam ranah pengembangan teknologi finansial ini. 

"Indeks Inklusi Keuangan kita menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara ASEAN dalam hal tersebut," tutur Jokowi.

"Di tahun 2019, Indeks Inklusi Keuangan kita 76 persen, lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di ASEAN, misalnya Singapura 98 persen, Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. Sekali lagi, kita masih berada di angka 76 persen," imbuhnya.

Menurut Jokowi, tingkat literasi masyarakat terhadap keuangan digital juga masih sangat rendah. 

Data menunjukkan baru sekitar 35,5 persen masyarakat yang mengetahui soal keuangan digital. 

Masih banyak pula masyarakat yang menggunakan layanan keuangan informal dan hanya 31,26 persen masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital.

Oleh sebab itu, Jokowi berharap, agar para inovator fintech tidak hanya berperan sebagai penyalur pinjaman dan penyedia pembayaran daring saja, tetapi juga bertindak sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat dan memperluas pemasaran digital bagi UMKM.

"Para inovator fintech juga harus mengembangkan diri secara terus-menerus untuk menjalankan fungsi aggregator dan innovative credit scoring, memberikan layanan equity crowd founding dan project financing," kata Jokowi.

Baca Juga: Para Penerima Tanda Jasa dari Presiden Jokowi

Jokowi mengingatkan, perkembangan teknologi di sektor keuangan juga dapat menimbulkan potensi risiko seperti kejahatan siber, mis-informasi, hingga penyalahgunaan data pribadi. 

Apalagi regulasi non keuangan perbankan tidaklah seketat regulasi perbankan. 

Dalam hal ini para pelaku industri fintech harus memperkuat tata kelola yang lebih baik dan akuntabel serta memitigasi berbagai risiko yang muncul.

"Dengan cara ini saya berharap industri fintech dapat memberikan layanan yang aman kepada masyarakat serta memberi kontribusi besar bagi pengembangan UMKM dan perekonomian nasional," tandas Jokowi.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU