> >

Hadapi La Nina, Ini Langkah-langkah yang Harus Disiapkan BPBD

Sosial | 11 Oktober 2020, 16:39 WIB
Fenomena La Nina. (Sumber: BMKG)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Selain memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk menghadapi fenomena La Nina, BNPB juga memberikan langkah-langkah yang harus disiapkan BPBD tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

"BNPB telah meminta pihak BPBD kabupaten dan kota untuk melakukan beberapa langkah strategi," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan dalam rilis yang diterima Kompas TV dari BNPB, Minggu (11/10/2020).

Adapun langkah-langkah yang harus disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai berikut.
 
Pertama, rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi La Nina.

Beberapa hal yang diharapkan untuk dibahas yaitu mengenai sosialisasi daerah rawan bencana, memastikan camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan kesiapsiagaan di daerah masing-masing.

"Memastikan organisasi perangkat daerah mempersiapkan sumber daya dalam kesiapsiagaan serta operasional pusat pengendali operasi (pusdalops) di BPBD," kata Lilik.
 
Kedua, pihak BPBD dan instansi terkait melakukan simulasi field training exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang ada.

Lilik tidak lupa menyampaikan rencana tersebut juga perlu memasukkan konteks ancaman bahaya lain, seperti Covid-19.
 
Ketiga, menghimpun dukungan sumber daya, khususnya sukarelawan dan dukungan lain.
 
Keempat, susur sungai yang bertujuan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya.

Baca Juga: BNPB Himbau Warga Antisipasi Bencana

Kelima, menetapkan tempat evakuasi berbasis protokol Kesehatan.
 
Lilik meminta BPBD di tingkat provinsi untuk melakukan rapat koordinasi, dan memastikan seluruh bupati dan wali kota untuk melakukan kesiapsiagaan di setiap daerah.
 
“Memastikan seluruh organisasi perangkat daerah provinsi sudah mempersiapkan sumber daya dalam mendukung kesiapsiagaan,” pesan Lilik.
 
Kemudian, BPBD dan mitra terkait melakukan simulasi table top exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang sudah disiapkan. "Serta menghimpun sukarelawan dan dukungan lain di tingkat provinsi."
 
Waspadai Anomali La Nina di Indonesia

Anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik. Anomali ini membuat terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya.

Menurut Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal, indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir.

Suhu permukaan laut dengan nilai anomali telah melewati angka minus 0.5°C. Ini menjadi ambang batas kategori La Nina.

Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah minus 0.6°C pada bulan Agustus, dan minus 0.9°C pada bulan September 2020.

"Perkembangan tersebut dapat mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020, diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga: BNPB Himbau Warga Antisipasi Bencana

Meski anomali La Nina akan berdampak ke Indonesia, namun tidak secara seragam di seluruh Indonesia.

Pada bulan Oktober-November 2020, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera.

Bulan Desember 2020-Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara, dan Papua.

Di Bulan Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki Musim Hujan, di antaranya:

- Pesisir Timur Aceh

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU