> >

Menikmati Kuliner Jeroan Gaya Bintang Lima Harga Kaki Lima di Yogyakarta

Cerita rasa | 27 Januari 2021, 14:31 WIB
Jeroan Jagoan, sebuah tempat kuliner baru di Yogyakarta hadir sejak 27 Desember 2020 menawarkan sensasi menikmati menu jeroan bergaya bintang lima. (Sumber: istimewa)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV- Yogyakarta pusatnya kuliner. Nyaris segala jenis makanan tersedia di kota ini, tak terkecuali jeroan.

Sebuah tempat kuliner baru di Yogyakarta hadir sejak 27 Desember 2020 menawarkan sensasi menikmati menu jeroan bergaya bintang lima. Namanya, Jeroan Jagoan.

Segi penyajiannya rapi dan menarik. Alhasil, pencinta jeroan akan tergiur saat melihat gambar menu yang ditampilkan di restoran ini.

Baca Juga: Baku Hantam di Parlemen Taiwan, Saling Timpuk Jeroan Babi

Tidak cukup sampai di sini, pilihan menu jeroan yang terbagi menjadi dua bumbu dasar, bacem dan gurih, tak kalah menggoda hati.

Jeroan Jagoan menawarkan tiga jenis jeroan sapi, yakni, iso, babat, dan paru. Jika membeli paket dengan nasi, mendapat 80 gram jeroan. Sementara, jika membeli jeroan tanpa nasi, per porsi seberat 100 gram.

Tidak hanya jeroan, setiap porsi juga dilengkapi tumis daun pepaya dan serundeng, serta kuah rempah. Makan jeroan tidak lengkap tanpa sambal. Ada tiga macam sambal yang bisa dipilih untuk menyantap jeroan di sini, yakni sambal terasi, sambal ijo, dan sambal matah kecombrang.

Baca Juga: Lezatnya Selat Solo, Kuliner Legendaris di Pasar Klewer Solo

Jangan khawatir soal harga. Walaupun tampilannya bintang lima, Jeroan Jagoan ternyata ramah di kantong. Harga per porsi mulai dari Rp 18.000 sampai Rp 22.000. Bagi yang tertarik mengunjungi kuliner ini bisa segera merapat ke Jalan Cendrawasih Nomor 3 Demangan Baru Yogyakarta atau memesan via daring melalui layanan Grabfood atau Gofood.

Proses Masak yang Higienis

Jeroan Jagoan ternyata tidak asal dimasak. Ada proses panjang pengolahannya untuk menyajikan jeroan yang higienis dan bersih.

Sebelum diberi bumbu, jeroan jagoan direbus sampai tiga kali. Total waktu memasak dari awal sampai siap disajikan dengan digoreng membutuhkan waktu lima jam.

“Yang tidak dijual jantung, ginjal, hati, karena di sana banyak endapan racunnya, tetapi masih ada rencana mau menambah otak, lidah, dan pipi,” ujar Chef Adzan Budiman dari Jeroan Jagoan, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Kafe Kuliner di Pinggir Sungai Musi Palembang

Jeroan Jagoan sebagai alternatif kuliner Yogyakarta terbukti cukup digemari. Dalam sehari, permintaan jeroan dari tempat ini mencapai 60 kilogram.

Ia mengatakan Jeroan Jagoan hadir untuk meminta perhatian dari militan jeroan dan memperkaya alternatif kuliner di Yogyakarta. Ia ingin membuat jeroan lebih ngepop dengan menaikkan gengsi makanan yang biasanya dijual di pinggir jalan ini lewat tampilan yang higienis dan rasa yang lezat.

Penulis : Switzy-Sabandar

Sumber : Kompas TV


TERBARU