> >

Ramadan Prihatin di Tengah Kekeringan Somalia, Warga Terpaksa Andalkan Takjil di Kamp Pengungsian

Kompas dunia | 29 Maret 2023, 19:18 WIB
Arsip. Seorang perempuan melintas di dekat kumpulan karung terigu di Pasar Hamar-Weyne, Mogadishu, Somalia, 26 Mei 2022. Bulan Ramadan 1444 Hijriah mesti diperingati secara prihatin oleh mayoritas penduduk Somalia. Pasalnya, Ramadan tahun ini bertepatan dengan kekeringan terpanjang yang pernah tercatat di negara itu. (Sumber: Farah Abdi Warsameh/Associated Press)

Sebelum inflasi dan kekeringan, buka puasa di Somalia umumnya dirayakan dengan meriah. Keluarga Somalia umum berbuka dengan kudapan, samosa, jus atau teh atau kopi, kemudian menyajikan makanan berat seperti nasi, spaghetti, atau roti dengan daging ikan, ayam, kambing, atau unta.

Akan tetapi, meningkatnya harga pangan membuat keluarga rentan di kamp pengungsian kerap kesulitan memenuhi kebutuhan. Keluarga Mohamed pun kini mengandalkan takjil yang didapat melalui antrean berjam-jam untuk berbuka puasa di Mogadishu.

Jelang Ramadan, Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan bahwa kondisi rantai pasok cukup baik di Somalia. Namun, meningkatnya permintaan seiring Ramadan menimbulkan "kerugian bagi keluarga rentan yang bergantung pada pasar lokal."

"Kami benar-benar mengalami kenaikan harga pangan dan harga kebutuhan pokok lain," kata Ahmed Khadar Abdi Jama, dosen ekonomi di Universitas Somalia.

"Jika ada faktor eksternal yang bisa mengurangi pasokan makanan, seperti konflik Rusia-Ukraina, warga Somalia kemungkinan akan merasakan rendahnya pasokan," lanjutnya.

Mayoritas bahan pangan di Somalia berasal dari impor. Selama Ramadan, kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng pun terus naik di berbagai wilayah negara Tanduk Afrika tersebut.

Baca Juga: Empat Manfaat Puasa Ramadan Bagi Penderita Diabetes: Atur Kadar Glukosa hingga Tekanan Darah

 

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU