> >

Banjir Kecaman Kunjungan Menteri Keamanan Israel ke Masjid Al-Aqsa: Dari Palestina hingga AS

Kompas dunia | 4 Januari 2023, 14:42 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (kiri). (Sumber: Times of Israel)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al-Qasa, Selasa (3/1/2023) mendapat kecaman keras dari berbagai pihak. 

Kunjungan Ben-Gvir banjir kecaman dari seluruh dunia muslim, juga teguran dari negara sekutu-sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat (AS). 

Dengan kawalan sejumlah petugas polisi, Ben-Gvir menunjungi situs umat Yahudi, Temple Mount atau Bukit Bait Suci. 

Menteri Ben-Gvir memang vokal dalam menyuarakan agar warga Yahudi mendapatkan akses yang lebih besar untuk mengunjungi Temple Mount. 

Baca Juga: Menteri Kontroversial Israel Sambangi Kompleks Al-Aqsa, Mengaku Tak Takut Ancaman Hamas

“Pemerintah Israel tidak akan menyerah kepada organisasi pembunuh, kepada organisasi teroris yang keji. Temple Mount adalah tempat paling penting bagi rakyat Israel. Temple Mount terbuka untuk semua, Muslim dan Kristen datang ke sini, dan ya juga orang Yahudi,” jelas Ben-Gvir, dikutip dari AP, Selasa (3/1).

“Dalam pemerintahan di mana saya juga anggotanya, tidak akan ada diskriminasi dan orang Yahudi akan datang dan mengunjungi Temple Mount. Kami menjelaskan kepada Hamas bahwa kami tidak menyerah, kami tidak menyerah, kami tidak gentar," ucap dia.

Diketahui sebelumnya, warga Yahudi memang dilarang untuk berdoa di Temple Mount oleh sebagian besar rabi.

Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, ada gerakan yang masif dari warga Yahudi untuk mendukung beribadah di situs tersebut. 

Baca Juga: Pemerintah Baru Israel Berikrar Kembangkan Wisata di Tepi Barat

Ini juga merupakan kunjungan perdana Ben-Gvir sejak menjabat dalam pemerintahan baru sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dimulai pekan lalu. 

Kecaman dari Palestina hingga Teguran dari AS dan PBB

Warga Palestina menganggap kunjungan Ben-Gvir sebagai sebuah provokasi kepada umat muslim. 

Perdana Menteri Palestina Mohammaed Shtayyeh mengecam kunjungan tersebut dan menganggapnya sebagai tantangan serius terhadap emosi semua rakyat Palestina. 

"Kami menyerukan kepada orang-orang kami yang menggagalkan plot itu di pintu gerbang untuk mengkonfrontir penerobosan yang hendak menjadikan Masjid Al-Aqsa sebagai kuil Yahudi," kata Mohammed Shtayyeh. 

"Dan, ini merupakan pelanggaran terhadap semua norma, nilai, perjanjian, hukum internasional, dan komitmen Israel kepada presiden Amerika,” ucapnya.

Selain Palestina, Uni Emirat Arab (UEA) beserta Maroko yang menjalin hubungan dipolmatik dengan Israel pada 2020 silam, sama-sama menentang kunjungan Ben-Gvir. 

Baca Juga: Sah! Majelis Umum PBB Bawa Masalah Pendudukan Ilegal Israel atas Palestina ke Mahkamah Internasional

Sekertaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menegaskan bahwa perubahan status quo situs suci Yerusalem tidak dapat diterima. 

Mengacu status quo lama, situs suci Yerusalem hanya boleh dikunjing non-Muslim pada waktu-waktu tertentu, tetapi tetap ada pelarangan berdoa di sana. 

Adapun, Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price mengatakan AS sangat prihatin dengan kunjungan Ben-Gvir, yang dapat memprovokasi kekerasan.

Melansir Times of Israel, kecaman atas kunjungan Ben-Gvir juga diserukan oleh Turki, Qatar, Bahrain, Prancis, Britania Raya, hingga Jerman. 

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Purwanto

Sumber : Associated Press


TERBARU