> >

Polisi Korea Selatan Mengaku Gagal Antisipasi Tragedi Itaewon, Menyesali Kebijakan Kontrol Kerumunan

Kompas dunia | 1 November 2022, 01:05 WIB
Petugas memeriksa lokasi kejadian tragedi massa yang berimpitan di kawasan Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Senin (31/10/2022). (Sumber: Lee Jin-man/Associated Press)

SEOUL, KOMPAS.TV - Polisi Korea Selatan mengaku telah gagal mengantisipasi lonjakan kerumunan sehingga menyebabkan impitan gelombang massa yang merenggut lebih dari 150 jiwa, Sabtu (29/10/2022) malam lalu. Kepolisian mengakui kesalahan usai dihujani kritik mengenai antisipasi perayaan Halloween di kawasan Itaewon, Seoul.

Kepala Biro Manajemen Ketertiban Publik Kepolisian Nasional Korea Selatan Hong Ki-hyun mengaku pihaknya gagal memprediksi kerumunan massa di Itaewon berpeluang menyebabkan kecelakaan fatal.

"Diprediksi bahwa sejumlah besar orang akan berkumpul di sana (Itaewon). Namun, kami tidak menyangka bahwa akan jatuh korban berskala besar karena berkumpulnya sekian banyak orang," kata Hong dikutip Yonhap, Senin (31/10/2022).

Baca Juga: Saksi Mata Lihat Banyak yang Tertawa saat Halloween Maut Itaewon Terjadi, Alasannya Bikin Merinding

Hong menyebut jumlah massa yang merayakan Halloween di Itaewon tahun ini sama atau sedikit lebih banyak dibanding tahun lalu. Namun, belum terkonfirmasi apakah massa berkerumun lebih cepat di gang sempit Itaewon atau tidak.

"Saya diberi tahu bahwa personel polisi di lokasi kejadian tidak mendeteksi lonjakan massa yang tiba-tiba," kata Hong mengungkapkan penyesalan atas kebijakan polisi.

Associated Press melaporkan, polisi menyiagakan 137 personel di Itaewon pada malam kejadian. Para personel itu pun ditugaskan untuk memonitor peredaran narkoba, bukan untuk kontrol kerumunan.

Sebagai perbandingan, polisi menerjunkan 7.000 personel untuk memonitor aksi protes yang digelar di bagian lain Seoul. Aksi ini dilaporkan dihadiri puluhan ribu orang, tetapi lebih sedikit dari kerumunan di Itaewon yang diperkirakan mencapai 100.000.

Pemerintah Korea Selatan sendiri menyatakan bahwa lonjakan kerumunan di Itaewon tidak bisa diprediksi. Namun, argumen ini dibantah kalangan pakar.

Para pakar berpendapat, penerjunan sedikit polisi ke Itaewon menunjukkan otoritas terkait tidak siap kendati tahu bahwa bakal ada kerumunan besar seiring pelonggaran pembatasan terkait Covid-19.

Baca Juga: Janji PM Korea Selatan Agar Tragedi Halloween Maut Tak Terjadi Lagi, Bakal Ada Perubahan
 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Yonhap


TERBARU