> >

TV Nasional Iran Diretas, Tampilkan Gambar Ali Khamenei Terbakar dan Ajakan Protes

Kompas dunia | 9 Oktober 2022, 20:03 WIB
Ilustrasi. Demonstran Belanda melukis siluet Mahsa Amini pada permukaan alat musik dalam aksi demonstrasi di Den Haag, Sabtu (8/10/2022). Saluran televisi nasional Iran dilaporkan diretas seiring merebaknya demonstrasi terkait kematian Mahsa Amini dalam empat pekan belakangan. (Sumber: Peter Dejong/Associated Press)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Saluran televisi nasional Iran dilaporkan diretas seiring merebaknya demonstrasi terkait kematian Mahsa Amini dalam empat pekan belakangan. Menurut laporan Associated Press, Minggu (9/10/2022), peretas berhasil membajak siaran televisi Iran selama sekitar 15 detik.

Saat kejadian, televisi itu dilaporkan tengah menyiarkan rekaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Peretas kemudian menampilkan gambar Khamenei dikelilingi api seperti terbakar.

Dalam siaran retasan itu, takarir bertuliskan "Gabung dan berdirilah bersama kami!" dalam bahasa Farsi juga disiarkan.

Kalimat "Darah kaum muda kami menetes dari cakarmu" juga ditampilkan, merujuk Khamenei.

Baca Juga: Kemlu: Tak Ada WNI yang Jadi Korban Demonstrasi di Iran, Warga Indonesia Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa

Siaran retasan tersebut ditampilkan dengan latar suara lagu berlirik "Perempuan. Kehidupan. Kebebasan", seruan yang kerap disuarakan demonstran Iran dalam aksi-aksi protes dua bulan belakangan.

Iran sendiri dilanda protes yang meluas sejak 17 September lalu, hari ketika Mahsa Amini dikuburkan.

Mahsa Amini adalah perempuan berusia 22 tahun yang tewas dalam tahanan usai ditangkap polisi moral. Ia ditangkap karena dianggap melanggar aturan hijab.

Kematian Amini pun menyulut protes yang berupaya diredam aparat keamanan Iran dengan tindakan keras. Puluhan orang tewas dan ratusan lain ditangkap sejak aksi demonstrasi ini meletus.

Baca Juga: Buntut Kerusuhan Demonstrasi Mahsa Amini, Polisi Iran Tangkap 23 Jurnalis, Internet Padam

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU