> >

Taiwan Kutuk Latihan Militer China yang Kepung Wilayahnya, Menyebutnya Tetangga Jahat

Kompas dunia | 6 Agustus 2022, 12:28 WIB
Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-Chang mengutuk latihan militer China dan menyebutnya sebagai tetangga jahat. (Sumber: AP Photo/Chiang Ying-ying, File)

TAIPEI, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengutuk latihan militer China yang mengepung Taiwan.

Ia pun menyebut China sebagai “tetangga jahat di sebelah rumah” karena respons Beijing terhadap kedatangan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan pada Selasa (2/8/2022) lalu.

Su mengungkapkan pada Jumat (5/8/2022), China secara sewenang-wenang menghancurkan selat Taiwan dengan latihan militernya.

Selat Taiwan sendiri merupakan jalur air yang paling sering digunakan di dunia.

Baca Juga: Korea Utara Serang Nancy Pelosi: Ia Penghancur Terburuk bagi Perdamaian dan Stabilitas Internasional

Dikutip dari Sky News, ia juga mengatakan bahwa tindakan China telah dikutuk oleh negara-negara tetangga lainnya dan dunia yang lebih luas.

Beijing memang mengakui menggunakan senjata betulan, tetapi merupakan "serangan rudal presisi", yang menjadi bagian dari latihan yang digelar angkatan laut, angkatan udara dan departemen lainnya di enam zona yang mengelilingi Taiwan.

Selain Taiwan, Jepang juga melayangkan protes kepada China karena lima rudalnya mendarat di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.

Latihan militer dilakukan China hanya sehari setelah kunjungan Pelosi ke Taiwan.

China sebelumnya telah memberikan peringatan terkait isu kedatangan Pelosi ke pulau tersebut, bahwa akan ada tindakan jika hal itu benar-benar terjadi.

Baca Juga: Remehkan AS, China Sebut Rusia Miliki Peran Penting dalam Melawan Terorisme

Kedatangan Pelosi ke Taiwan diyakini bakal melegitimasi Taiwan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

Sementara China masih menganggap Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya, dan sebuah provinsi yang melepaskan diri.

Taiwan sendiri telah menempatkan militernya dalam keadaan siaga dan melakukan pertahanan sipil.

Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Sky News


TERBARU