> >

Kisah Puluhan Rumah Apung Ikonik di Sungai Nil Mesir, Terancam Musnah

Kompas dunia | 30 Juni 2022, 00:05 WIB
Rumah apung di pesisir Sungai Nil, Mesir. (Sumber: Twitter Omar Robert Hamilton)

KAIRO, KOMPAS.TV - Sungai Nil, salah satu sungai terpanjang di dunia yang melintasi Mesir, mewariskan banyak budaya.

Salah satunya rumah apung, rumah-rumah yang berdiri di atas perahu dan mengapung di sepanjang pesisir sungai itu.

Baru-baru ini, pemerintah Mesir berupaya menghancurkan warisan budaya tersebut dengan dalih mempercantik sungai. Kebijakan pemerintah menuai protes dari warga.

Awal bulan ini, pusat administrasi mengeluarkan surat perintah pemindahan lebih dari 30 rumah apung di daerah Kit-Kat, di lingkungan Giza, Kairo, 

Pada Senin (27/6/2022), empat rumah apung telah disingkirkan oleh polisi Nil dan dengan segera satu rumah apung lainnya dipindah pada Selasa (28/6).

Baca Juga: Pemuda Arab Ramai-Ramai Pakai Obat Anti-Impoten Buatan Barat, Apa Penjelasannya?

Omar Robert Hamilton, seorang penulis yang keluarganya tinggal di rumah apung membagikan ceritanya melalui akun Twitter.

"Telah kembali ke Kairo karena rumah keluarga saya - sebuah rumah apung di Sungai Nil - telah menerima perintah penghancuran," terang Hamilton.

"Selama empat tahun, berbagai senjata negara berusaha memaksa warga keluar agar bisa mengkomersialkan jalur kecil sungai ini," lanjutnya.

Adapun Hamilton menjelaskan, warga hanya diberi waktu seminggu sejak pengumuman dikeluarkan, untuk lekas pergi dari rumah apung itu.

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Middle East Eye


TERBARU