> >

Ini Alasan Jokowi Pilih Naik Kereta Api 12 Jam ke Kiev Ukraina dari Polandia

Kompas dunia | 29 Juni 2022, 05:15 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi), ibu negara Iriana, dan rombongan dari Indonesia telah tiba di Polandia, tepatnya di bandara internasional Rzeszow-Jasionka, Selasa (28/6). (Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi), ibu negara Iriana, dan rombongan dari Indonesia akan bertolak ke Ukraina menggunakan kereta api selama 12 jam setelah tiba di Rzeszow, Polandia, Selasa (28/6/2022).

Pemilihan jalur darat menggunakan kereta api ini bukannya tanpa alasan. Pasalnya, keadaan perang telah membuat wilayah udara Ukraina menjadi no fly zone, hingga, terbang menggunakan pesawat menuju ibu kota Kiev pun tak bisa ditempuh.

Itu berarti, jalur darat dari Polandia ke Ukraina, pun sebaliknya, terutama dengan moda transportasi kereta api, disebut menjadi jalur paling aman. 

Hal ini diungkap oleh Viddy Ranawijaya, seorang mahasiswa Indonesia di Polandia. 

"Jalur darat dari Polandia ke Ukraina dan sebaliknya, terutama dengan kereta api, jadi jalur paling aman," kata Viddy di Kompas Malam KOMPAS TV, Selasa (28/6/2022).

Moda transportasi seperti mobil atau bus tak jadi pilihan, karena kondisi perang membuat sejumlah ruas jalan terputus, seperti dilaporkan sejumlah media internasional. Itu sebab, para pengungsi pun memilih moda transportasi kereta api keluar Ukraina.

"Jalur ini juga sebelumnya ditempuh oleh tiga juta pengungsi Ukraina yang memasuki Eropa melalui Polandia," imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Tiba di Polandia, Lanjutkan Perjalanan Darat Naik Kereta Api Malam 12 Jam ke Kiev Ukraina

Selain itu, kunjungan sejumlah pemimpin dunia ke Kiev menggunakan moda transportasi seperti yang digunakan Jokowi di masa perang juga telah membuktikan hal itu. 

Tercatat, sejumlah pemimpin dunia telah berkunjung ke Ukraina di saat perang, seperti Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Italia Mario Draghi, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan PM Kanada Justin Trudeau. 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU