> >

Putin Jadi Sasaran Kemarahan Ibu di Rusia, Dua Putranya yang Ikut Wajib Militer Dikirim ke Ukraina

Krisis rusia ukraina | 27 Mei 2022, 11:18 WIB
Marina dan kedua anaknya. Foto mereka dipotong demi keamanan identitas mereka. (Sumber: BBC)

Baca Juga: TV Rusia Klaim Inggris di Ambang Bencana Kanibalisme, Disebut akibat Dukung Sanksi untuk Moskow

Marina pun kemudian menulis surat kepada kantor Kejaksaan Umum untuk menginvestigasi hal itu.

“Saya mengatakan kepada mereka tak mungkin putra saya menandatangani kontrak. Saya yakin. Ibu yang lain juga menuliskan hal yang sama. Mereka mengenal anak-anak mereka,” ujarnya.

Rusia bergantung pada wajib militer untuk meningkatkan jumlah pasukan di angkatan bersenjata.

Wajib militer berlangsung selama 12 bulan, dan dengan beberapa pengecualian, wajib bagi pria Rusia berusia antara 18 dan 27 tahun.

Pada 5 Maret, Presiden Putin mengumumkan bahwa hanya tentara profesional, perwira dan prajuritt kontrak yang ambil bagian dalam operasi di Ukraina.

Ia pun menegaskan tak akan menggunakan peserta wajib militer di Ukraina.

Tetapi empat hari kemudian, Kementerian Pertahanan Rusia mengakui untuk pertama kalinya bahwa peserta wajib militer termasuk di antara personel yang terlibat dalam serangan Rusia ke Ukraina.

Kementerian mengeklaim bahwa hampir semua prajurit seperti itu telah diterjunkan ke Ukraina.

Keluhan resmi Marina akhirnya ditegakkan, dan pihak berwenang Rusia mengonfirmasikan bahwa putra-putranya tak menandatangani kontrak militer.

Kedua putranya pun dikembalikan ke Rusia.

Ia mengungkapkan bahwa ia melihat kedua putranya dalam keadaan yang buruk.

Baca Juga: Putin: Barat Tidak Akan Pernah Sukses Memutus Rusia, Selalu Ada Cara Mengejar Kebijakan Independen

“Mereka yang kembali dari sana sangat kurus, kotor dan kelelahan. Pakaian mereka hancur,” katanya.

“Putra saya mengatakan, ‘Lebih baik Anda tak tahu apa yang terjadi di sana’. Tapi yang terpenting mereka kembali kepada saya,” tambahnya.

Marina merasa marah atas apa yang telah terjadi.

“Mereka berbohong langsung di depan muka saya. Pertama, mereka berbohong putra saya tak ke Ukraina. Mereka berbohong bahwa mereka (kedua putranya) menandatangani kontrak,” katanya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : BBC


TERBARU