> >

Uni Eropa Bertekad Bantu Ekspor Gandum Ukraina yang Terhalang Blokade Rusia agar Dunia Tak Kelaparan

Krisis rusia ukraina | 14 Mei 2022, 05:15 WIB
Seorang masinis tampak melongokkan kepala dari lokomotifnya saat kereta pengangkut jagung pakan ternak dari Ukraina tiba di Wina, Austria, Jumat (6/5/2022), (Sumber: AP Photo/Theresa Wey)

BRUSSEL, KOMPAS.TV – Komisi Eropa mengusulkan untuk membantu Ukraina mengekspor gandum dan produk biji-bijian lain keluar dari negara yang tengah dilanda perang itu melalui kereta api, jalan raya dan sungai. Pasalnya, blokade Rusia atas sejumlah pelabuhan Ukraina di Laut Hitam itu membuat dunia terancam kelaparan.

Melansir Associated Press pada Jumat (13/5/2022), badan eksekutif Uni Eropa itu menyatakan, rencana itu bertujuan menciptakan rute alternatif dan mengurangi kemacetan antara perbatasan.

Adapun jalur perbatasan itu juga dimaksudkan untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan dan barang-barang lainnya ke Ukraina.

“Sebanyak 20 juta ton biji-bijian harus meninggalkan Ukraina kurang dari 3 bulan menggunakan infrastruktur Uni Eropa,” ujar Adina Valean, komisioner transportasi Uni Eropa. 

Baca Juga: Rusia Kuasai Pelabuhan Ukraina, Jutaan Warga Dunia Terancam Mati Kelaparan

“Ini tantangan yang sangat besar, jadi penting untuk mengoordinasikan dan mengoptimalkan rantai logistik, menetapkan rute baru, dan menghindari, sebisa mungkin, kemacetan,” imbuhnya.

Demi mengirimkan pasokan makanan Ukraina bagi dunia, Eropa tengah mencoba untuk menambah pengiriman melalui kereta api dan truk. Pengangkutan gandum via kereta api menuju Austria dan Jerman melalui negara Uni Eropa telah dilakukan. Namun, jumlahnya hanya sepersekian dari kapasitas yang bisa diangkut melalui pelabuhan di Laut Hitam.

Invasi Rusia ke Ukraina telah mengganggu pasokan makanan dunia. Kedua negara yang tengah berperang itu adalah negara pengekspor gandum, biji-bijian dan minyak bunga matahari terbesar dunia. Menurut Komisi Eropa, blokade Rusia atas pelabuhan Ukraina telah mengganggu sekitar 90 persen ekspor biji-bijian dan biji minyak sebelum perang.

Potensi kehilangan pasokan gandum dan biji-bijian terjangkau yang diandalkan oleh Afrika, Timur Tengah dan sebagian Asia itu pada gilirannya menimbulkan peningkatan risiko kelangkaan pangan dunia. Pun, instabilitas politik di negara-negara yang sudah kekurangan pangan. Apalagi, perang juga telah menyebabkan harga pangan meroket, termasuk harga pupuk yang banyak diekspor Rusia, dan minyak goreng.

Baca Juga: Kapal Rusia yang Angkut 27.000 Ton Gandum Curian dari Ukraina Diyakini Berlabuh di Suriah

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU