> >

Umat Muslim Palestina Berbuka Puasa Meriah dan Salat Magrib di Kompleks Masjid Al Aqsa Yerusalem

Kompas dunia | 8 April 2022, 23:07 WIB
Kaum perempuan dan ibu Palestina berdoa selama bulan suci Ramadan di Masjid Al-Aqsa, depan kuil Dome of the Rock di kota tua Yerusalem, Jumat (8/4/2022). (Sumber: AP Photo/Mahmoud Illean)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Umat muslim pada Jumat (8/4/2022) berkumpul di dekat Kubah Batu Emas atau Qubbat al-Makhrah di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk menikmati suasana berbuka puasa yang meriah, serta salat Magrib di bulan Ramadan.

Melansir Associated Press, warga Palestina dan umat muslim di sana berharap situasi akan tetap tenang selama bulan Ramadan.

Namun, ketegangan meningkat setelah empat serangan mematikan di Israel oleh warga Palestina dalam tiga minggu terakhir.

Selama minggu pertama Ramadan, keluarga muslim berkumpul untuk mengadakan iftar atau buka puasa bersama di halaman Kubah Batu Emas kompleks Masjid Al-Aqsa.

Ibrahim al-Hroub, warga Betlehem yang berada di dalam Masjid Al-Aqsa mengatakan, “Kami datang untuk menikmati semangat Ramadan, menikmati malam Ramadan, berbuka puasa bersama keluarga di sini dan untuk salat Magrib dan salat Isya, dan semoga tarawih juga."

Umat Muslim menjalani bulan Ramadan selama sebulan penuh beribadah dan berpuasa sejak subuh hingga magrib. Saat matahari terbenam, umat muslim berbuka puasa, baik saat bekerja maupun bersama keluarga, dan melaksanakan salat tarawih di malam hari.

Baca Juga: Israel Akan Izinkan Perempuan, Anak dan Laki-laki Palestina Salat di Masjid Al Aqsa

Umat muslim pada Kamis (8/4/2022) berkumpul di dekat Kubah Batu Emas atau Qubbat al-Makhrah di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem untuk menikmati suasana berbuka puasa yang meriah, serta salat magrib di bulan Ramadan. (Sumber: AP Photo/Mahmoud Illean)

Ketegangan meningkat setelah serangkaian serangan oleh penyerang Palestina menewaskan 13 orang. Namun, Israel dan otoritas Palestina serta negara-negara Arab berupaya agar Ramadan kali ini lebih tenang supaya seluruh pihak bisa beribadah dengan baik.

Israel mengizinkan perempuan, anak-anak dan laki-laki di atas 40 tahun dari Tepi Barat yang diduduki untuk berbuka puasa bersama dan melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur pada hari Jumat.

Badan Muslim yang mengawasi situs itu mengatakan, 80.000 orang menghadiri salat di Masjid Al-Aqsa.

Polisi memobilisasi ribuan pasukan di dalam dan sekitar Kota Tua, rumah bagi masjid Al-Aqsa dan tempat suci lainnya yang disucikan bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam. Ia berdiri di puncak bukit dan merupakan situs paling suci bagi orang Yahudi, yang menyebutnya sebagai Temple Mount.

Baca Juga: Meski Bahan Pokok Langka, Warga Palestina dan Timur Tengah Jalani Ramadan Penuh Sukacita

Anak-anak perempuan Lebanon memegang lentera tradisional, selama karnaval merayakan bulan suci Ramadhan, di kota pelabuhan selatan Sidon, Lebanon, Kamis, 31 Maret 2022. (Sumber: AP Photo/Mohammed Zaatari)

Situs suci itu telah lama menjadi titik ledak kekerasan Israel-Palestina.

"Semua orang berharap akan tetap baik dan tenang sepanjang Ramadan dan hari-hari mendatang," kata seorang pria dari sebuah desa dekat Ramallah, Kamis (8/4).

Pasukan keamanan Israel pada Jumat (8/4) pagi memburu dan membunuh seorang pria Palestina yang melepaskan tembakan ke sebuah bar yang ramai di Tel Aviv tengah. Insiden itu menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 10 orang. Serangan itu menyebabkan kepanikan massal di jantung kota yang ramai itu.

Insiden itu adalah serangan mematikan keempat di Israel oleh warga Palestina dalam tiga minggu, dan terjadi pada saat ketegangan meningkat sekitar awal bulan suci Ramadan.

Protes dan bentrokan di kota suci selama Ramadan tahun lalu akhirnya memicu perang Gaza selama 11 hari.

Berusaha untuk menghindari terulangnya perang tahun lalu, para pemimpin Israel, Yordania dan Palestina telah mengadakan banyak pertemuan dalam beberapa pekan terakhir untuk membahas cara-cara untuk menjaga ketenangan.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU