> >

Penuh Haru dan Bahagia, Umat Muslim Arab Saudi Sambut Ramadan Pertama Bebas Pembatasan Covid-19

Kompas dunia | 2 April 2022, 20:48 WIB
Umat Muslim di seluruh dunia berharap pembatasan sosial yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, yang menghalangi begitu banyak orang untuk menjalankan ibadah Ramadan, tidak akan pernah terlihat lagi dalam hidup mereka dan seterusnya. (Sumber: Arab News)

Tahun ini, Abdulhakim tampak berbinar penuh semangat untuk melanjutkan kegiatan amal keluarga mereka tahun 2022 ini.

“Setiap tahun, putra dan cucu saya pergi ke halaman luar masjid untuk membagikan makanan panas, kurma, air, dan laban,” katanya. “Kami semua berkumpul bersama, dan ayah mereka serta saya mengawasi proses pengemasan," cerita Abdulhakim.

“Ini adalah acara keluarga yang tidak boleh kami lakukan selama dua tahun dan itu sungguh sulit di hati kami. Bagaimana Anda bisa menghentikan kebiasaan selama 35 tahun yang sekarang tumbuh menjadi acara keluarga?” kisah Abdulhakim yang harus menghentikan kegiatan memberi makan jamaah setiap tahun bersama keluarganya.

Pada 6 Maret tahun ini, otoritas Saudi mengumumkan pencabutan sebagian besar pembatasan Covid-19. Jarak sosial tidak lagi diperlukan di tempat-tempat umum, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Keesokan harinya, ratusan jamaah berkumpul untuk menunaikan salat subuh bersama di Masjidil Haram, berdiri bahu-membahu untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

“Ini yang kami tunggu-tunggu; kita bisa menjalankan ritual dan tradisi kita di Ramadan ini dan kita berharap ini akan menjadi yang terakhir kita mendengar tentang Covid-19, ”kata Abdulhakim.

Baca Juga: Arab Saudi Batasi Volume Pengeras Suara Dalam di Masjid, Tak Boleh Lewati Sepertiga Batas Maksimal

Pasar hidangan takjil untuk iftar di Arab Saudi kembali bergeliat dan gemerlap. Umat Muslim di seluruh dunia berharap pembatasan sosial yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, yang menghalangi begitu banyak orang untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, tidak akan pernah terlihat lagi dalam hidup mereka dan seterusnya. (Sumber: Arab News)

Abdulhakim tampak berkaca-kaca mengatakan, “Dalam skema besar, waktunya tidak bisa lebih baik, dengan Ramadan tepat di depan pintu rumah kami. Saya akan bersama cucu-cucu saya untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun. Rumah saya akan kembali penuh, dengan semua orang di bawah satu atap pada hari pertama Ramadan. Ini bisa menjadi akhir dari Covid-19 seperti yang kita ketahui.”

Otoritas Arab Saudi juga baru-baru ini mengumumkan pencabutan larangan penerbangan ke dan dari 17 negara yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi karena ketidakstabilan domestik dan tingkat infeksi Covid-19 yang tinggi.

Selain itu, pelancong tidak lagi diharuskan menunjukkan bukti vaksinasi, karantina setelah kedatangan, atau mengikuti tes PCR sebelum keberangkatan atau kedatangan di salah satu titik masuk Kerajaan Saudi.

Sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan jumlah jamaah dan memastikan haji yang bebas dari masalah, Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan umat Islam yang ingin melakukan umrah atau shalat di Rawdah di Masjid Nabawi masih perlu mengajukan izin melalui aplikasi Eatmarna atau Tawakkalna. Masker wajah juga akan tetap menjadi kewajiban.

Bagi umat Islam, Ramadan bukan hanya bulan untuk berpuasa menaklukkan diri sendiri dan berdoa, tetapi juga kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga besar.

Rumah-rumah sering kali didekorasi dengan untaian lampu peri yang berkelap-kelip, ambang pintu dihiasi dengan lentera, dan spanduk bertema oriental berwarna merah dan biru digantung di langit-langit ruang tamu dan ruang makan.

Beberapa keluarga merombak total tampilan isi rumah mereka selama Ramadan, termasuk kain merah tradisional bermotif, sebagai persiapan untuk para tamu.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Pemberontak Yaman dan Koalisi Saudi Sepakati Gencatan Senjata 2 Bulan

Umat Muslim di seluruh dunia berharap pembatasan sosial yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, yang menghalangi begitu banyak orang untuk menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, tidak akan pernah terlihat lagi dalam hidup mereka dan seterusnya. (Sumber: Arab News)

“Tahun ini Ramadan akan lebih istimewa karena tidak hanya ibu saya yang akan berkunjung, tetapi paman dan sepupu saya juga akan tiba dari Mesir untuk menunaikan umrah dan tinggal di tempat saya selama beberapa hari,” kata Najia Jamal, 29 tahun, seorang ibu beranak dua asal Mesir yang tinggal di Jeddah mengatakan kepada Arab News.

“Ibuku yang menarik tahun ini; dekorasi dikirim lebih awal, lengkap dengan instruksi!. Saya membeli semua makanan favorit mereka dan menyiapkan menu lengkap yang diisi dengan hidangan Saudi paling lezat." kata Najia berbinar-binar.

“Barang paling unik dan istimewa yang saya terima dari paket kiriman ibunda adalah toples tradisional berisi ful (kacang fava) yang dibeli khusus dari salah satu kawasan kota tua Kairo di mana segala macam produk tradisional Ramadan dapat ditemukan dan dibeli disana.

“Ini adalah perayaan istimewa. Saya tidak menemukan satupun rumah tangga yang tidak habis-habisan dengan dekorasi dan saling memberi hadiah Ramadan, seperti lampion atau kurma atau perlengkapan dekorasi untuk anak-anak.

“Kabar baiknya, ini membuat kita lupa bahwa Covid-19 masih menjadi ancaman. Ini menjadi perhatian kecil sekarang. Saatnya menyambut bulan tanpa rasa takut dan kia bisa berbagi kasih dengan keluarga.”

Bibi Najia Jamal, Gawdat Hafez, adalah seorang pensiunan karyawan Saudia Airlines di Kairo, dia berharap bisa memberi kejutan buat keponakannya dengan lentera khusus dari penjual terkenal di lingkungan Sayyida Zainab Kairo.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Arab News


TERBARU