> >

Hadapi Larangan Bepergian Gara-Gara Omicron, Afrika Selatan Protes

Kompas dunia | 27 November 2021, 21:32 WIB
Antrean penumpang ke penerbangan Air France ke Paris, Prancis di Bandara OR Tambo, Johannesburg, Afrika Selatan pada Jumat (26/11/2021). Banyak negara memberlakukan larangan bepergian ke Afrika Selatan menyusul munculnya varian Omicron. (Sumber: Jerome Delay/Associated Press)

JOHANNESBURG, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla memprotes negara-negara yang memberlakukan larangan bepergian ke sana usai penemuan virus Covid-19 varian Omicron.

Saat berbicara kepada wartawan pada Jumat (26/11/2021), Phaahla menyebut banyak negara terlalu terburu-buru menetapkan larangan. Ia menyebut kebijakan mereka “drakonian”.

Setelah kabar varian Omicron menyebar, belasan negara termasuk negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, dan Singapura segera menerapkan kebijakan larangan bepergian dari dan ke Afrika Selatan dan sejumlah negara lain.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Minta Warga Waspada Varian Covid-19 Omicron dari Afrika Selatan

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian tersebut sebagai varian yang diwaspadai (variant of concern/VOC). Omicron diduga sangat menular.

Joe Phaahla menyebut level transimisi dan keparahan infeksi Omicron belum bisa diketahui sepenuhnya. Ia mengkritik negara-negara yang memberlakukan larangan bepergian berdasarkan data awal.

“Tidak pernah mereka menyampaikan bukti bahwa virus (varian Omicron) ini lebih transmisif,” kata Phaahla dikutip Associated Press.

Phaahla menambahkan, belum ada bukti kalau varian Omicron menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Phaahla pun menyimpulkan bahwa negara-negara yang memberlakukan larangan bepergian “melanggar norma dan standar yang dipedomankan WHO.”

Respons tegas banyak negara disebabkan oleh data awal bahwa varian Omicron memuat banyak mutasi mengkhawatirkan.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU