> >

Rodrigo Duterte Resmi Menjadi Cawapres Filipina

Kompas dunia | 9 September 2021, 20:35 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Sumber: Simeon Celi/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)

MANILA, KOMPAS.TV - Presiden Filipina Rodrigo Duterte resmi dicalonkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk pemilu Filipina pada 2022 mendatang. Duterte menjadi cawapres karena konstitusi Filipina melarang presiden menjabat dua periode.

Manuver ini dipandang sebagai upaya menempatkan presiden populer tersebut di lingkar pusat kekuasaan, sekaligus mengatasi batasan yang diamanatkan konstitusi.

Duterte menerima pinangan menjadi cawapres Filipina oleh partai penguasa saat ini, PDP-Laban pada Rabu (8/9/2021) waktu setempat. “(Pencalonan) ini akan membuat saya bisa terus melayani rakyat Filipina dan membantu memimpin seluruh negara menuju progres yang lebih besar,” kata presiden berusia 76 tahun tersebut dilansir Associated Press.

Duterte menghadiri konvensi pemilu PDP-Laban di San Fernando City di utara Manila. Partai ini menjadi yang pertama mengadakan konvensi untuk menyiapkan pemilu. PDP-Laban sendiri mengusung sekutu politik Duterte, Senator Christopher “Bong” Go sebagai calon presiden.

Akan tetapi, Go dilaporkan menolak pencalonan tersebut. Jika Go batal menjadi capres, sejumlah survei menjagokan putri Duterte, Sara Duterte menjadi capres sekaligus tandem sang ayah.

Baca Juga: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ancam Kurung Warganya dalam Rumah Jika Tak Mau Divaksin

“Apakah Anda tahu mengapa saya maju sebagai cawapres? Karena ambisi? Mungkin. Namun, apakah ini benar-benar karena rasa cinta terhadap negeri? Ya. Apakah ini karena saya ingin melihat kelanjutan kerja saya selama ini meskipun saya bukanlah pemimpin utama? Mungkin saya bisa membantu,” kata Duterte.

Sejumlah pengamat mengkritik pencalonan Duterte sebagai kedoknya menghindari Pengadilan Kejahatan Internasional. Pengadilan menduga sang presiden telah melakukan kejahatan kemanusiaan selama kampanye anti-narkoba yang masif dilakukan Duterte.

Selama menjabat, Duterte dikenal dengan pidato dan komentar vulgar yang membuatnya populer. Kampanye anti-narkoba yang digagasnya telah membunuh ribuan tersangka, umumnya terduga penjahat kelas teri.

Popularitas Duterte tetap kuat meskipun pemerintah Filipina kesulitan mengendalikan pandemi COVID-19. Infeksi dan tingkat kematian terus meningkat, sedangkan program vaksinasi berjalan lambat.

“Mereka [PDP-Laban dan Duterte] berani [mencalonkan Duterte] karena presiden tetap dipercaya meskipun penanganan pandemi ceroboh,” kata Jean Encinas-Franco, profesor muda di Universitas Filipina.

Apabila Duterte melanjutkan pencalonannya sebagai cawapres, pihak oposisi diyakini akan menjegalnya lewat pengadilan. Namun, tuntutan seperti itu diyakini dapat dimentahkan, mengingat Mahkamah Agung Filipina cenderung mendukung kebijakan-kebijakan Duterte sebagai presiden.

Baca Juga: Pencalonan Presiden Duterte sebagai Cawapres Filipina pada Pemilu 2022 Ditanggapi Beragam

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU