> >

IAEA Pertanyakan Transparansi Jepang Buang Air Limbah Radioaktif Reaktor Nuklir Fukushima ke Laut

Kompas dunia | 8 September 2021, 05:35 WIB
Ratusan tangki (tengah) berisi air pendingin yang telah diolah namun masih mengandung radioaktif di pabrik pembangkit nuklir Fukushima Daiichi di kota Okuma, prefektur Fukushima, Jepang, 27 Februari 2021. (Sumber: AP Photo/Hiro Komae, file)

Menurut Evrard, timnya hendak memantau pembuangan itu untuk memastikan air limbah radioaktif itu memenuhi standar keamanan radiasi dan lingkungan.  

Baca Juga: Pemerintah China Desak Jepang Kaji Ulang Keputusan Buang Air Limbah Radioaktif PLTN Fukushima

Pejabat pemerintah Jepang dan Tepco menyatakan, tritium, yang tidak berbahaya dalam jumlah kecil, tak dapat dibersihkan dari air.

Namun, isotop radioaktif lainnya yang telah diolah, dapat dikurangi (jumlahnya) hingga tingkat aman.

Menurut mereka, pembuangan tritium yang terkontrol dari reaktor nuklir normal merupakan praktik rutin yang telah mendunia.

Pada Selasa, tim IAEA dan pejabat Jepang juga mendiskusikan metode pemantauan tritium.

Jepang telah meminta bantuan IAEA untuk memastikan pembuangan air limbah radioaktif itu memenuhi standar.

Pun, mendapatkan pengertian dari komunitas internasional.

Menteri Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshi Kajiyama menyatakan bahwa keterlibatan IAEA akan membantu membangun kepercayaan pada upaya yang dilakukan pemerintahnya.

Jepang, katanya, akan sepenuhnya bekerja sama.

Gempa bumi besar dan tsunami di tahun 2011 telah merusak parah tiga reaktor di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi, hingga menyebabkan air pendingin yang terkontaminasi, bocor.

Air pendingin itu disimpan dalam sekitar seribu tangki, yang menurut para ahli akan mencapai kapasitasnya pada akhir tahun depan.

Baca Juga: Jepang Umumkan Buang Air Radioaktif Fukushima ke Laut, Keputusan Terbaik dari yang Terburuk

Penulis : Vyara Lestari Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/The Associated Press


TERBARU