Kompas TV internasional kompas dunia

Jepang Umumkan Buang Air Radioaktif Fukushima ke Laut, Keputusan Terbaik dari yang Terburuk

Sabtu, 10 April 2021 | 08:54 WIB
jepang-umumkan-buang-air-radioaktif-fukushima-ke-laut-keputusan-terbaik-dari-yang-terburuk
Tempat penyimpanan air radioaktif Fukushima, yang telah resmi diputuskan untuk dibuang ke laut oleh Pemerintah Jepang. (Sumber: Kota Endo/Kyodo News via AP)

TOKYO, KOMPAS.TV - Pemerintah Jepang akhirnya membuang air yang terkontaminasi radioaktif Fukushima ke Samudera Pasifik.

Hal itu diungkapkan, Jumat (9/4/2021), dan memang telah diharapkan meski tertunda beberapa tahun karena protes dan masalah keamanan.

Bagi Pemerintah Jepang, keputusan itu merupakan pilihan terbaik dari yang terburuk.

Baca Juga: Disebut Surganya Para Koruptor, Jubir Kemenlu Singapura: Tuduhan Itu Tidak Berdasar

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga mengatakan kepada Asosiasi Nelayan Jepang, Rabu (7/4/2021), bahwa membuangnya ke laut menjadi opsi yang paling realistik.

Saat itu, ia juga menegaskan keputusan final akan dikeluarkan dalam hituangan hari.

Seperti dilaporkan The Japan Times, Suga menegaskan bahwa keputusan tersebut tak bisa dihindari.

Penulis : Haryo Jati | Editor : Deni Muliya





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:44
KOMITE OLIMPIADE INDONESIA TIDAK INGIN PERGELARAN SEA GAMES 2021 DI VIETNAM DITUNDA   HARGA JUAL EMAS PT ANTAM BERADA DI ANGKA RP 960.000 PER GRAM   PEMERINTAH INDONESIA-PERANCIS PERKUAT KERJA SAMA PERIKANAN DI HARI LAUT SEDUNIA   PEMKOT TANGERANG SELATAN AKAN PERKETAT PENGAWASAN PEMANFAATAN DANA HIBAH SEUSAI KASUS KORUPSI KONI TERUNGKAP   REVISI BERKAS “UNLAWFUL KILLING” YANG DISELESAIKAN BARESKRIM POLRI SUDAH DISERAHKAN KE KEJAKSAAN AGUNG   PENYIDIK BARESKRIM POLRI SELESAIKAN REVISI BERKAS PERKARA “UNLAWFUL KILLING” TERHADAP 4 LASKAR FPI   SATGAS COVID-19 MENDUGA LONJAKAN KASUS DI BANGKALAN, JAWA TIMUR, AKIBAT MUTASI BARU VIRUS KORONA   KOMISI X DPR RI KRITISI PELAKSANAAN VAKSINASI TENAGA PENDIDIK YANG BELUM SESUAI TARGET JELANG BELAJAR TATAP MUKA   KEMENKES TUNGGU HASIL UJI KLINIS FASE III DARI WHO SOAL VAKSIN SINOVAC UNTUK ANAK-ANAK   MENKES SEBUT JUMLAH MURID YANG HADIR SAAT PEMBELAJARAN TATAP MUKA MAKSIMAL 25 PERSEN DARI TOTAL PESERTA DIDIK   MENKES: PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) TIDAK BOLEH MELEBIHI 2 HARI DALAM SEMINGGU   MENKES BUDI GUNADI SADIKIN INGATKAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA JULI 2021 HARUS DILAKSANAKAN DENGAN HATI-HATI   MENPAREKRAF SANDIAGA UNO MENDAPAT SUNTIKAN DOSIS PERTAMA VAKSIN COVID-19 ASTRAZENECA HARI INI   MENPAREKRAF SANDIAGA UNO SEBUT “WORK FROM BALI” AKAN DIMULAI JULI 2021