> >

Yasmine Al-Dabbagh Cetak Sejarah, Sprinter Perempuan Arab Saudi di Olimpiade Tokyo 2020

Kompas dunia | 27 Juli 2021, 03:25 WIB
Yasmine Al-Dabbagh, sprinter perempuan Arab Saudi yang akan turun di nomor 100 meter hari Jumat, 30 Juli 2021 di Olimpiade Tokyo 2020, seperti dilaporkan Arab News, Selasa, 27 Juli 2021 (Sumber: Arab News)

TOKYO, KOMPAS.TV - Baru beberapa pekan lalu, Yasmine Al-Dabbagh adalah seorang sprinter tak dikenal asal Arab Saudi yang punya mimpi besar.

Hari Jumat malam, seperti dilansir Arab News, Selasa, (27/07/2021), seluruh dunia melihat wajahnya saat dia, bersama atlet dayung Arab Saudi Husein Alireza, mendapat kehormatan membawa bendera Arab Saudi pada upacara pembukaan Tokyo 2020.

Bagi atlet perempuan berusia 23 tahun itu, seperti halnya delegasi Olimpiade Arab Saudi yang beranggotakan 33 orang, tidak ada kehormatan yang lebih besar daripada mewakili negaranya.

“Ini sangat berarti bagi saya, terutama menjadi bagian dari tim yang beragam dan luas yang mewakili begitu banyak kegiatan yang berbeda,” kata Al-Dabbagh kepada Arab News.

Mulai dari judo, tenis meja, dayung, karate, panahan, angkat besi, renang, menembak, dan sepak bola. Sektor olahraga di Arab Saudi telah menyaksikan pertumbuhan dan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, berkat Visi 2030 Putra Mahkota (Mohammed bin Salman), kata Yasmin.

“Sebagai atlet Saudi, kami semua bangga dengan peran penting yang dimainkan olahraga dalam transformasi negara. Kami memiliki ekosistem olahraga yang hebat, yang memungkinkan kami untuk tampil di level tertinggi dan saya tidak sabar untuk pergi ke lintasan atletik, untuk membayar kepercayaan itu dengan melakukan yang terbaik dari kemampuan saya.”

Al-Dabbagh akan tampil dalam debutnya di nomor atletik 100 meter di Stadion Olimpiade Tokyo pada hari Jumat, 30 Juli.

Baca Juga: Arab Saudi Mulai Buka Akses Umrah untuk Jemaah Internasional, Indonesia Masih Ditangguhkan

Yasmine Al-Dabbagh, sprinter perempuan Arab Saudi yang akan turun di nomor 100 meter hari Jumat, 30 Juli 2021 di Olimpiade Tokyo 2020, seperti dilaporkan Arab News, Selasa, 27 Juli 2021 (Sumber: Arab News)

“Sejak saya ingat, olahraga selalu menjadi hasrat saya,” kata Al-Dabbagh. “Ketika saya masih menjadi siswa di Jeddah Knowledge School, saya menyukai segalanya mulai dari bola basket, renang, bola voli, dan senam.

“Trek dan lapangan punya tempat istimewa di hati saya. Saat berlari, suara langkah kaki saya di trek yang memberi saya perasaan yang sangat spesifik, dan perasaan itu membuat saya kembali lagi. Itu adalah perasaan diberdayakan, kuat, dan percaya diri," kata atlet perempuan Arab Saudi tersebut.

“Yang juga membuat saya ketagihan adalah tantangan itu ada pada saya,” katanya.

“Sebagai olahraga individu, saya suka saat meraih apa yang diperjuangkan (dalam latihan). Semuanya ada pada saya. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Jika saya berlatih dengan baik dan berusaha, saya mendapatkan hadiah yang sesuai dan sangat menyukai perasaan itu.”

Al-Dabbagh ingat betul ketika dia pertama kali memulai pelatihan, akses ke fasilitas atletik saat itu penuh tantangan, terutama untuk atlet perempuan. Ini, dengan bangga dia tunjukkan, tidak lagi terjadi.

“Kami melihat investasi besar-besaran di semua olahraga di Arab Saudi termasuk olahraga perempuan. Negara ini sedang bergerak agar lebih banyak orang masuk olahraga dan secara pribadi saya sangat berterima kasih (atas) dukungan yang ditunjukkan kepada saya oleh begitu banyak orang, termasuk Pangeran Abdul Aziz bin Turki Al-Faisal, Kementerian Olahraga, Arab Saudi. Komite Olimpiade dan Federasi Atletik.”

Baca Juga: Giliran Arab Saudi Minta Warganya Pulang Kampung dari Indonesia

Dua aktivis perempuan, Samar Badawi dan Nassima Al-Sadah telah dibebaskan oleh otoritas Arab Saudi yang telah ditahan sejak 2018 silam. (Sumber: Twitter @AJEnglish)

Pada saat partisipasi perempuan masih perlu beberapa tahun untuk memasyarakat dan lebih dapat diterima secara budaya di seluruh Kerajaan, Yasmin beruntung punya keluarga yang percaya padanya tanpa ragu.

“Keluarga saya dari awal hingga sekarang adalah pendukung terbesar saya dan selalu mendorong saya untuk mengejar impian saya,” kata Al-Dabbagh.

“Setiap kali saya merasa ragu atau takut, merekalah yang membantu saya mengatasi itu. Mereka selalu memastikan saya selalu ingat impian saya menjadi seorang atlet olimpiade suatu hari nanti bisa terwujud. Saya juga sangat bangga dan bersyukur, mimpi itu sekarang menjadi kenyataan.”

“Moto saya dalam hidup selalu untuk tidak pernah menyerah,” kata Yasmin, seraya menambahkan, “Meskipun terdengar klise, itu benar-benar membantu saya mengatasi banyak rintangan dan ketakutan untuk sampai ke tempat saya hari ini."

Yasmin bertutur, "Saya diberitahu oleh salah satu idola saya, yang sekarang menjadi pelatih saya, Linford Christie, bahwa saya memiliki kemampuan untuk mencapai Olimpiade. Sejak itu, saya bekerja sangat keras untuk sampai ke tempat saya hari ini, tetapi ini baru permulaan. Seperti kata pepatah, perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah. Saya menganggap ini sebagai langkah awal dari perjalanan panjang yang akan datang, insyaallah.”

Al-Dabbagh secara khusus terinspirasi oleh pelari Amerika Allyson Felix, yang memenangkan 26 medali emas, delapan perak dan empat perunggu sepanjang kariernya.

Enam emas dan tiga perak itu dimenangkan di Olimpiade, menjadikannya pelari perempuan pertama dalam sejarah yang memiliki banyak medali emas untuk cabang olahraga atletik.

Felix yang juga akan tampil di Tokyo 2020 berpeluang memecahkan rekor dunia sembilan medali emas atletik yang dipegang oleh rekan senegaranya yang legendaris, sprinter Carl Lewis.

“Alasan saya sangat mengagumi Allyson adalah selain kesuksesannya yang luar biasa dalam olahraga, dia juga seorang istri, ibu, dan pendiri merek yang berspesialisasi dalam menciptakan produk untuk perempuan oleh perempuan,” kata Al-Dabbagh.

“Cara dia mengatur keseimbangan berbagai aspek dalam hidupnya adalah inspirasi bagi saya dan banyak perempuan di seluruh dunia," kagum Yasmine.

“Saya akan salah jika tidak mengenali atlet perempuan sendiri dari Arab Saudi,” tambahnya. "Di kelompok pelari sprint, ada Sarah Attar dan Cariman Abu Al-Jadail, caba olahraga berkuda ada Dilma Malhas dan cabang olahraga renang ada Mariam Binladen."

Baca Juga: Arab Saudi Nyatakan Ibadah Haji Tahun Ini Bebas Covid-19

“Trek dan lapangan punya tempat istimewa di hati saya. Saat berlari, suara langkah kaki saya di trek yang memberi saya perasaan yang sangat spesifik, dan perasaan itu membuat saya kembali lagi. Itu adalah perasaan diberdayakan, kuat, dan percaya diri," kata Yasmine Al-Dabbagh seperti dilansir Arab News 27 Juli 2021. (Sumber: Getty Images)

Al-Dabbagh mendapat panggilan untuk terjun ke Olimpiade Tokyo hanya tiga minggu sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo 2020.

"Mendapatkan tempat di Olimpiade berarti segalanya bagi saya, dan melakukannya melalui 'tempat universal', memecahkan rekor individu perempuan nasional untuk lomba 100 meter. Saya kira saya tidak pantas berharap lebih," katanya.

“Ini adalah puncak dari berjam-jam pelatihan yang berat, di Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Inggris. Saya bahkan ingat ulang tahun saya yang ke-12 bertema Olimpiade. Itulah betapa saya sangat ingin menjadi seorang atlet yang berlaga di Olimpiade, dan saya benar-benar bersyukur momen ini akhirnya tiba.”

Ketika dia melangkah ke trek atletik di Stadion Olimpiade pada dini hari Jumat, 30 Juli nanti, Yasmine akan berkompetisi melawan beberapa pelari terbaik di dunia, pengalaman yang akan dia nikmati.

“Saya tahu saya sangat tidak berpengalaman dibandingkan dengan pesaing saya, tetapi saya melihat ini sebagai hal yang positif,” katanya.

“Saya pasti akan mendapatkan begitu banyak pelajaran dari kesempatan berada di Tokyo, di mana saya berharap dapat membangun masa depan saya sebagai seorang atlet. Tepat ketika saya berharap untuk mendedikasikan 100 persen untuk berlatih dan bersaing, Covid-19 melanda jadi saya kehilangan banyak waktu latihan di lintasan dan banyak peluang untuk berkompetisi. Tapi dengan ini, saya hanya bisa menantikan Olimpiade dan acara mendatang."

“Dunia telah melalui 18 bulan yang sulit, dan saya tidak sabar untuk melihat olahraga menyatukan orang-orang dari semua lapisan masyarakat, dari seluruh dunia. Saya ingin memastikan saya menikmati momen itu dan itu akan mendorong karier olahraga saya ke depan.”

Al-Dabbagh tidak menetapkan tujuan spesifik apa pun pada tahap ini dalam kariernya, tetapi pencapaiannya tetap sama. “Target saya adalah selalu tampil dengan kemampuan terbaik saya,” katanya.

“Saya bekerja keras setiap hari untuk mewakili Arab Saudi dengan cara terbaik. Saya berharap untuk meningkatkan standar yang telah ditetapkan oleh Olimpiade Saudi sebelumnya dan untuk menginspirasi lebih banyak lagi pemuda Saudi untuk mengejar impian mereka." ungkap Yasmine

Yasmine adalah pemegang rekor nasional Arab Saudi untuk sprint 100 meter perempuan. 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Arab News


TERBARU