> >

Media Dunia: Menipisnya Stok Vaksin di Indonesia Ancam Upaya Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kompas dunia | 25 Juli 2021, 02:15 WIB
Siswi SMP usia anak mengikuti vaksinasi Covid-19 di halaman parkir Kebun Binatang Gembira Loka, Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (13/07/2021). (Sumber: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Upaya percepatan vaksinasi di Indonesia terpaksa harus melewati serangkaian hambatan karena stok vaksin Covid-19 yang siap pakai hampir habis digunakan.

Hambatan ini membuat Indonesia tidak bisa memenuhi target satu juta suntikan per hari dalam seminggu terakhir, seperti dilansir Straits Times, Sabtu, (24/07/2021)

Meskipun Indonesia menerima lebih banyak pasokan vaksin CoronaVac dalam pengiriman beruntun baru-baru ini, pengiriman tersebut adalah dosis tidak aktif yang membutuhkan satu setengah bulan untuk diproses sebelum dapat didistribusikan, seperti dikatakan seorang pejabat pemerintah yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada The Straits Times.

Vaksin yang tidak aktif terdiri dari partikel virus yang dikultur dalam laboratorium dan kemudian dibunuh untuk mengekang kapasitas mereka memproduksi penyakit.

Bahan baku vaksin Covid-19 berbeda dengan mayoritas stok yang ada dan digunakan di Indonesia saat ini yang sebagian besar terdiri dari vial atau dosis siap pakai.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi Baru 43 Persen, Stok Vaksin di Kota Malang Habis

TNI melanjutkan progran serbuan vaksin covid-19 kepada masyarakat usia 12 tahun ke atas. Berlokasi di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan kamis pagi (22/07/2021) menargetkan seribu orang dapat menerima dosis vaksin setiap harinya. (Sumber: Anggi/KompasTV)

Saat ini ada sekitar 15 juta dosis yang tersisa, menurut laporan Straits Times, tetapi banyak di antaranya akan diprioritaskan untuk suntikan kedua pada bulan Agustus, tambah pejabat yang berbicara dengan syarat anonim.

Indonesia, yang paling parah dilanda Covid-19 di Asia saat ini, sebagian besar bergantung pada CoronaVac buatan Sinovac untuk upaya vaksinasi nasionalnya yang dimulai pada pertengahan Januari lalu.

Indonesia sejauh ini berhasil menyuntikkan satu juta dosis vaksin Covid-19 sehari selama setidaknya tujuh hari di bulan Juli dan satu hari di akhir Juni.

Tetapi angka tersebut turun ke tingkat di bawah satu juta dosis per hari selama tujuh hari terakhir, menurut data pemerintah. Hanya sekitar 700.000 dosis yang diberikan pada hari Sabtu (24/07/2021).

Baca Juga: Kapolda Fadil Imran: Target Agustus 2021 Seluruh Warga DKI Sudah Dapat Vaksin Covid-19

Polda Metro Jaya menggelar Gerai Vaksinasi Covid-19 Keliling di Kolong Tol Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu (10/07/2021). (Sumber: Bimo Wicaksana / Kompas TV)

Mereka yang menerima suntikan pertama pada bulan Juli harus kembali untuk suntikan kedua pada bulan Agustus.

Indonesia sejauh ini sudah mengamankan 480 juta dosis vaksin Covid-19 berbagai merek dan hampir sepertiganya telah tiba di Indonesia.

Situasi akan potensi kelangkaan vaksin siap pakai, walau hanya untuk beberapa waktu hingga bahan baku vaksin selesai diproduksi menjadi vaksin Covid-19 siap pakai, menggarisbawahi ketidakseimbangan antara negara-negara kaya dan ekonomi berkembang dalam akses vaksin, seperti yang berulang kali diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO, yang menyebut distribusi vaksin yang tidak adil sebagai ancaman terbesar untuk mengakhiri pandemi.

“Selama virus terus beredar di mana-mana, perdagangan dan perjalanan akan terus terganggu, dan pemulihan ekonomi akan semakin tertunda.

"Penularan yang berkelanjutan juga berarti lebih banyak varian yang berpotensi menghindari vaksin, serta ketegangan yang berkepanjangan pada sistem kesehatan dan petugas kesehatan yang melindungi kita," kata WHO dalam pernyataan bulan Januari tentang kesetaraan vaksin.

Baca Juga: Paradoks Target Vaksinasi: Ketika Antusiasme Warga Terganjal Stok

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan dan jajarannya, yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo mengoordinasikan upaya di Jawa dan Bali, saat ini pontang-panting meningkatkan upaya untuk mengamankan dosis vaksin siap pakai demi memastikan tingkat vaksinasi bulan Agustus tidak akan melambat lebih lanjut, seperti yang dipahami oleh Straits Times.

Jawa dan Bali menyumbang lebih dari 60 persen total kasus di Indonesia. Negara ini memiliki lebih dari 3,08 juta infeksi dan lebih dari 80.000 kematian.

Pemerintah berharap dapat mencapai target untuk mencapai kekebalan kelompok dengan memvaksinasi dua pertiga dari 270 juta penduduk pada akhir tahun ini.

Kementerian Kesehatan sudah melibatkan militer dan kepolisian untuk mempercepat vaksinasi, di tengah lambatnya upaya di banyak daerah di 34 provinsi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan juga melibatkan berbagai kelompok masyarakat sipil, seperti klub alumni sekolah dan organisasi keagamaan, termasuk dua yang terbesar - Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah - yang masing-masing memiliki puluhan juta anggota.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Straits Times


TERBARU