> >

Pesawat Berpenumpang 28 Orang Hilang Kontak di Timur Jauh Rusia, Operasi Pencarian Dikerahkan

Kompas dunia | 6 Juli 2021, 14:42 WIB
Ilustrasi pesawat angkut Antonov AN-26B-100 milik perusahaan Petropavlovsk-Kamchatsky Air Enterprise. (Sumber: Sydney Morning Herald/Dmitrit Pichugin/CC)

MOSKOW, KOMPAS.TV – Sebuah pesawat berpenumpang 28 orang hilang di kawasan Timur Jauh Rusia di Kamchatka pada Selasa (6/7/2021).

Menurut pihak berwenang setempat, pesawat Antonov bertipe An-26 dengan 22 penumpang, termasuk seorang anak-anak, dan 6 orang awak itu terbang dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky ke kota Palana dan tak melakukan komunikasi sesuai jadwal. Kementerian transportasi setempat menyatakan, pesawat itu juga hilang dari radar.

Pesawat angkut militer dan sipil bermesin turboprop ganda itu dimiliki sebuah perusahaan bernama Kamchatka Aviation Enterprise (KAE) yang berbasis di Yelizovo, Rusia. Kantor berita Rusia Tass melaporkan, pesawat itu telah beroperasi sejak tahun 1982. Direktur perusahaan, Alexei Khabarov, menyatakan pada kantor berita Interfax bahwa secara teknis, pesawat itu berada dalam kondisi sehat. Tass menyebut, sertifikat kelaikan terbang pesawat itu akan berakhir pada tanggal 30 Agustus tahun ini.

Baca Juga: Kepala Staf Angkatan Darat Nigeria dan 10 Awak Lainnya Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Melansir Associated Press, penyelidikan telah dilakukan dan operasi pencarian juga tengah berlangsung. Dua unit helikopter dan sebuah pesawat terbang menyisir rute pesawat yang hilang.

Pesawat itu tengah mendekati tempat mendarat saat kehilangan kontak sekitar 10 kilometer dari bandara Palana. Juru bicara pemerintah Kamchatka menyebut, kepala pemerintah daerah setempat di Palana, Olga Mokhireva, dilaporkan berada dalam pesawat itu. Media Rusia merilis daftar manifes penumpang, dan mencatat bahwa setidaknya ada seorang anak dalam pesawat itu.

Baca Juga: Korban Tewas Pesawat Militer Filipina Jadi 50 Orang, Tentara yang Lompat Keluar Berhasil Selamat

Pada tahun 2012, sebuah pesawat Antonov An-28 milik KAE jatuh di kawasan pegunungan saat terbang dari Petropavlovsk-Kamchatsk dan hendak mendarat di Palana. Dari total 14 penumpang, 10 orang di antaranya tewas. Dikutip dari Tass, kedua pilot, yang termasuk korban tewas, ditemukan dengan kandungan alkohol dalam darah mereka.     

Penulis : Vyara Lestari Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU