> >

Bocah Israel 5 Tahun Jadi Satu-satunya Korban Selamat dalam Kecelakaan Kereta Gantung di Italia

Kompas dunia | 24 Mei 2021, 23:45 WIB
Keluarga Biran turut menjadi korban dalam tragedi kecelakaan kereta gantung di Italia pada Minggu (23/5/2021). Dalam foto tampak keluarga Biran: Tom (2) dan kedua orang tuanya, Amit Biran dan Tal Peleg-Biran, yang dilaporkan tewas. Sementara Eitan Biran (5) dilaporkan selamat kendati mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. (Sumber: Facebook )

STRESA, KOMPAS.TV – Seorang bocah Israel menjadi satu-satunya korban yang selamat dalam tragedi jatuhnya sebuah kereta gantung di kawasan pegunungan di utara Italia pada Minggu (23/5/2021).

Melansir Associated Press pada Senin (24/5/2021), bocah berusia 5 tahun itu masih berada dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Turin karena mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel mengidentifikasi si bocah sebagai Eitan Biran. Kedua orang tua Eitan serta adik lelaki dan dua orang kakek dan nenek buyut Eitan termasuk di antara korban yang tewas.

Kelima anggota keluarga Biran yang tewas dalam kecelakaan itu yakni Amit Biran dan Tal Peleg-Biran (orang tua Eitan), pasangan kelahiran Israel yang belajar dan bekerja di kota Pavia, Italia. Akun Facebook Amit Biran menunjukkan ia merupakan mahasiswa kedokteran di Universitas Pavia.   

Baca Juga: Kabel Putus, Kereta Gantung di Italia Jatuh, Sedikitnya 14 Tewas

Putra mereka yang berusia 2 tahun, Tom Biran, meninggal dunia di tempat kejadian. Pun, kakek dan nenek Peleg-Biran, yakni Barbara dan Yitzhak Cohen. Kemlu Israel menyatakan, Barbara dan Yitzhak tiba di Italia pada 19 Mei lalu untuk mengunjungi cucu dan cicit mereka.  

Saudari Amit Biran, Aya, yang tengah menunggui Eitan di Rumah Sakit Regina Margherita di Turin, tak terlibat dalam tragedi kecelakaan itu. Kemlu Israel juga menambahkan, sejumlah anggota keluarga Eitan lainnya tengah dalam perjalanan dari Israel ke Italia untuk bergabung dengan Aya.

Dalam cuitan di Twitter pada Senin, skuad pemadam kebakaran nasional Italia menyerukan harapan mereka atas keselamatan Eitan. Kendati berduka atas korban lain yang tewas, mereka bersorak gembira karena Eitan berhasil selamat.

“Forza Eitan (Ayo Eitan), seluruh tim pemadam kebakaran bersamamu,” demikian tulis mereka di Twitter.

Baca Juga: Kereta Gantung di Italia Jatuh, 14 Orang Tewas

Kepala unit perawatan intensif di rumah sakit di Turin, Dr. Giorgio Ivani menyatakan, Eitan telah menjalani serangkaian operasi untuk memperbaiki tulang-tulangnya yang patah. “Ia kini dibius dan diintubasi,” kata Dr. Ivani.

Rencananya, Eitan akan menjalani pemindaian MRI untuk menemukan cedera otak, meskipun pihak rumah sakit mencatat bahwa Eitan berada dalam keadaan sadar saat tiba.     

Sejumlah personel tim penyelamat tengah menyelidiki sebuah kereta gantung yang jatuh di jalur Stresa - Mottarone di kawasan Piedmont, Italia utara, Minggu (23/5/2021). (Sumber: Soccorso Alpino e Speleologico Piemontese via AP)

Korban tewas lainnya yakni seorang peneliti Italia, Serena Consentino dan rekannya yang berasal dari Iran, Mohammadreza Shahaisavandi. Identifikasi Consentino dan Shahaisavandi dikonfirmasi oleh Dewan Penelitian Nasional Italia yang memberi dana hibah penelitian bagi Consentino.

Korban tewas lainnya yakni Vittorio Zorloni dan istriya, Elisabetta Persanini. Putra mereka yang berusia 6 tahun, Mattia, meninggal dunia di RS Regina Margherita setelah upaya menghidupkan kembali jantungnya yang berhenti berdetak, gagal.

Baca Juga: 32 Kereta Gantung Tergelincir, Ratusan Orang Terjebak

Pasangan muda Silvia Malnati dan Alessandro Merlo juga tewas dalam kecelakaan itu. Saudara lelaki Malnati yang tak ikut dalam perjalanan menggunakan kereta gantung itu tengah berada di kota di lereng gunung saat kecelakaan terjadi.

Dikutip dari harian setempat La Stampa, saat mendengar kabar adanya kecelakaan kereta gantung, saudara lelaki Malnati panik dan berusaha menghubungi adiknya.

Pasangan lainnya yang juga menjadi korban tewas, Roberta Pistolato dan Angelo Vito Gasparro, tengah merayakan ulang tahun Gasparro yang ke-45. Melansir La Stampa, Roberta sempat mengirim pesan pada saudarinya di Puglia sesaat sebelum tragedi itu terjadi. “Kami akan naik kereta gantung ke atas. Di sini seperti surga.”

Jalur kabel kereta gantung yang putus itu telah direnovasi pada tahun 2016, dan baru-baru ini dibuka kembali setelah ditutup selama lockdown pandemi. Pada saat kejadian, diperkirakan banyak keluarga yang mengunjungi kawasan pegunungan itu untuk berlibur setelah pembatasan selama berbulan-bulan.

Kereta gantung merupakan sarana transportasi populer bagi para turis dan warga setempat untuk mencapai Mottarone di ketinggian 1.491 meter di atas permukaan laut. Dari puncak Mottarone, para pengunjung akan disuguhi pemandangan sejumlah danau cantik dan kawasan pegunungan Piedmont Italia.

Sebuah taman hiburan kecil, Alpyland, juga ada di kawasan pegunungan itu, menawarkan sensasi menumpang roller coaster bagi anak-anak. Selain itu, sejumlah jalur sepeda gunung dan hiking juga tersedia.  

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU