> >

Pekerja Migran di Jeddah Tetap Sukacita Rayakan Lebaran, Meski Gaji Tidak Dibayar oleh Majikan

Kompas dunia | 14 Mei 2021, 11:25 WIB
Warga shelter KJRI Jeddah yang merayakan lebaran di tengah penyelesaian permasalahan (Sumber: kemlu.go.id)

JEDDAH, KOMPAS.TV - Ada sekitar 65 pekerja migran yang tidak bisa pulang ke tanah air untuk merayakan Lebaran Idulfitri bersama keluarga, lantaran majikan tidak membayarkan gaji hingga berbulan-bulan.

Namun begitu, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang menyelesaikan permasalahannya di Jeddah, Arab Saudi, tetap merayakan Idulfitri dengan sukacita meski jauh dari keluarga.

Baca Juga: Cerita Warga Indonesia Jalani Lebaran di Tengah Tsunami Covid-19 India

Salah satu pekerja migran asal Cirebon mengungkapkan kisah sedih karena mendadak teringat keluarga di kampung halaman ketika mendengar takbir berkumandang.

Tahun ini niatnya pulang ke tanah air sementara diurungkan, sebab majikan belum juga membayar gaji selama 12 bulan.

“Saya merasa sedih lebaran jauh dari orang tua,” tutur perempuan asal Cirebon yang bekerja menjadi asisten rumah tangga (ART) di Thaif, Kamis (13/5/2021).

Selain pekerja migran asal Cirebon, ada juga ART yang bekerja di Tabuk, salah satu provinsi di Arab Saudi. Dirinya melaporkan tidak mendapatkan bayaran selama 14 bulan dari majikan atas kerjanya.

Permasalahan para pekerja migran ini sedang dalam penyelesaian KJRI Jeddah. Bahkan, dalam proses penyelesaian mereka dibolehkan untuk tinggal di shelter yang disediakan pihak KJRI.

Sama-sama tidak dapat pulang ke tanah air, 65 pekerja migran yang sedang menyelesaikan permasalahannya mengikuti perayaan Idulfitri di KJRI Jeddah dengan menikmati makanan khas Indonesia serta mendapat door prize.

Baca Juga: Pekerja Migran Rayakan Lebaran dengan Menyantap Hidangan Khas Indonesia di KJRI Jeddah

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU