> >

Uni Eropa Pastikan Pembelian Tambahan 1,8 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer dan BioNTech

Kompas dunia | 9 Mei 2021, 02:20 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berbicara dalam konferensi pers pada KTT Uni Eropa di Porto, Portugal, Sabtu, 8 Mei 2021. (Sumber: AP Photo/Luis Vieira)

PORTO, KOMPAS.TV - Uni Eropa pada hari Sabtu (8/5/2021) menyetujui perpanjangan kontrak pembelian besar-besaran untuk pasokan 1,8 miliar dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech hingga tahun 2023, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press.

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan kantornya telah menyetujui kontrak untuk jaminan pembelian 900 juta dosis vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer, dengan opsi tambahan pembelian dengan jumlah dosis yang sama di masa mendatang.

Kontrak baru yang mendapat dukungan penuh dari 27 negara anggota Uni Eropa, tidak hanya akan mensyaratkan produksi vaksin tetapi juga memastikan semua komponen penting bersumber dari Uni Eropa.

Komisi Eropa saat ini memiliki portofolio 2,6 miliar dosis vaksin Covid-19 dari 6 perusahaan. Pfizer-BioNTech memiliki kontrak awal 600 juta dosis dengan Uni Eropa.

Pengumuman hari Sabtu juga menggarisbawahi kepercayaan yang telah ditunjukkan Uni Eropa terhadap teknologi di balik vaksin Pfizer-BioNTech, yang berbeda dari cara kerja vaksin Oxford-AstraZeneca.

“Tapi tentunya kami juga akan menjajaki kontrak lain, misalnya berbasis teknologi lain seperti teknologi berbasis protein. Poin kuncinya adalah untuk menjaga pilihan kami tetap terbuka,” kata von der Leyen pada pertemuan puncak Uni Eropa di Portugal.

Baca Juga: Green Recovery dalam Agenda Kerja Sama Indonesia-Uni Eropa

Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech. Penelitian baru menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dapat melindungi dari mutasi yang ditemukan pada dua varian virus corona menular Inggris dan Afrika Selatan. Varian tersebut menyebabkan kekhawatiran global. Keduanya memiliki mutasi yang sama yang disebut N501Y (Sumber: AP Photo)

Bahan aktif dalam vaksin Pfizer-BioNTech adalah messenger RNA, atau mRNA, yang berisi instruksi bagi sel manusia untuk membangun bagian virus corona yang tidak berbahaya yang disebut protein spike.

Sistem kekebalan manusia mengenali lonjakan protein sebagai benda asing, memungkinkannya untuk meningkatkan respons terhadap virus setelah infeksi.

Pengumuman perpanjangan kontrak yang sangat besar datang ketika Uni Eropa sedang mencari cara untuk memenuhi tantangan dalam memberikan suntikan penguat yang diperlukan kepada orang-orang yang telah menerima suntikan vaksin, memperluas dorongan vaksinasi untuk memasukkan anak-anak dan remaja, dan kemungkinan munculnya virus varian baru.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU