> >

TV Iran Siarkan Rekaman Peledakan Gedung Capitol dengan Rudal, Diyakini Video Palsu untuk Propaganda

Kompas dunia | 6 Mei 2021, 18:55 WIB
Video palsu peledakan Gedung Capitol AS yang disiarkan di Stasiun TV Iran diyakini sebagai propaganda. (Sumber: New York Post)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran dilaporkan menyiarkan rekaman propaganda dengan video palsu di mana rudal mereka telah meledakkan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari New York Post, video tersebut disiarkan oleh stasiun TV Pemerintah Iran.

Stasiun TV itu menyiarkannya sebelum Ayatollah Ali Khamenei memberikan pidato memuji unit elit Garda Revolusi Iran, Minggu (2/5/2021).

Baca Juga: Rodrigo Duterte Minta China Tarik Vaksin Covid-19 Sinopharm dari Filipina, Ada Apa?

“Amerika selama beberapa tahun terakhir takut dengan pengaruh Republik Islam, dan mereka marah kepada Jenderal Soleimani karena alasan tersebut, dan menjadikannya martir,” ujar Khameini pada pidatonya.

Sosok yang dimaksud oleh Khameini adalah Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Garda Revolusi yang terbunuh dalam serangan drone AS ke Baghdad saat pemerintahan Donald Trump, Januari 2020.

Senator Pat Toomey pun merespon video palsu tersebut yang menurutnya akan membuat pemerintahan Joe Biden harus memprioritaskan agar serangan itu tak terjadi.

Baca Juga: Kapal Perang AS Lepaskan Tembakan Peringatan saat Kapal Iran Melintas Terlalu Dekat di Teluk Persia

“Iran telah merilis video palsu peledakan Gedung Capitol kami oleh Garda Revolusi,” cuit Toomey di Twitter.

“Saat ini prioritas Biden adalah memastikan Iran tak akan melakukan serangan tersebut, tidak menyerah dengan menghapus sanksi,” lanjutnya.

Sebelumnya seperti dilaporkan Washington Free Beacon, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menegaskan hubungan kedua negara yang terus memburuk.

“Saya yakin Iran dan AS tak akan berteman selama Negara Islam mempertahankan identitasnya,” ujarnya.

Baca Juga: Menlu Iran Minta Maaf Atas Ucapannya Dalam Rekaman yang Bocor ke Publik

“Masalah kita dengan AS tak akan pernah terselesaikan,” tambah Zarif.

Presiden Iran, Hassan Rouhani sempat mengungkapkan AS telah kalah melawan mereka dalam perang yang disebutrnya sebagai, perang ekonomi.

Ia juga mengatakan bahwa sanksi terhadap negara tersebut kini tengah diambang untuk dihapuskan.

Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU