> >

Kasus Pembekuan Darah di AS, Johnson & Johnson Tunda Pemberian Vaksin di Eropa

Kompas dunia | 14 April 2021, 01:05 WIB
Kemasan berisi vaksin Covid-19 dosis tunggal Johnson & Johnson. (Sumber: Szilard Koszticsak/MTI via AP)

Dalam pernyataan bersama pada Selasa (13/4/2021), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan AS (FDA) menyatakan tengah menyelidiki kasus pembekuan darah yang terjadi pada 6 – 13 hari setelah vaksinasi.

Gumpalan terjadi di pembuluh darah yang mengalirkan darah dari otak dan terjadi bersamaan dengan rendahnya trombosit. Seluruh 6 kasus pembekuan darah itu dialami oleh perempuan di rentang usia 18 – 48 tahun, dengan 1 angka kematian.

Baca Juga: Amerika Serikat Pesan 100 juta Dosis Tambahan Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

EMA menyatakan, “Masih belum jelas apakah ada hubungan sebab-akibat antara vaksinasi menggunakan vaksin J&J dengan kondisi pembekuan darah ini.”

Lebih lanjut EMA menyatakan tengah menyelidiki kasus-kasus tersebut dan akan memutuskan langkah-langkah yang perlu diambil kemudian.

Penulis : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU