> >

Suku di Vanuatu Ini Menganggap Pangeran Philip Sebagai Dewa

Kompas dunia | 13 April 2021, 16:25 WIB
Tidak hanya warga Inggris yang berduka atas wafatnya Pangeran Philip, suku di Vanuatu pun berduka karena menganggap Pangeran Philip sebagai dewa mereka. (Sumber: Associated Press)

TANNA, KOMPAS.TV – Warga Inggris tengah berduka karena wafatnya suami Ratu Elizabeth II, yaitu Pangeran Philip.

Warga Inggris tidak sendirian, karena sebuah suku yang berada di negara Vanuatu di Pasifik, juga mengalami duka yang mendalam atas kematian Pangeran Philip, karena selama beberapa dekade terakhir, mereka mendewakan Pangeran Philip.

Suku yang tinggal di dua desa di Pulau Tanna, Vanuatu, memuja Pangeran Philip sebagai sosok spiritual seperti dewa.

Saat ini mereka tengah berkabung atas kematian Dewa mereka.

Pada hari Senin (12/4/2021), puluhan orang dari suku tersebut berkumpul dalam sebuah upacara untuk mengenang Pangeran Philip.

Baca Juga: William Kenang Pangeran Philip Dengan Gaya Formal, Harry Dengan Gaya Santai

"Hubungan antara orang-orang di Pulau Tanna dan orang-orang Inggris sangat kuat. Kami mengirimkan pesan belasungkawa kepada Keluarga Kerajaan dan rakyat Inggris," kata pemimpin Suku Yapa, seperti dikutip dari BBC.

“Selama beberapa minggu ke depan, penduduk desa secara berkala akan bertemu untuk melakukan upacara bagi Duke of Edinburgh, yang dipandang sebagai keturunan dari roh atau dewa yang sangat kuat yang tinggal di salah satu gunung mereka", kata antropolog Kirk Huffman yang telah mempelajari suku-suku tersebut sejak tahun 1970-an.

Mereka akan melakukan tarian ritual, mengadakan prosesi, dan memamerkan memorabilia Pangeran Philip.

Sementara para pria akan meminum kava, yaitu minuman seremonial yang terbuat dari akar tanaman kava.

Baca Juga: Penggambaran Pangeran Philip dalam "The Crown" Adalah Fakta atau Fiksi? Berikut Jawabannya

Kegiatan ini akan berujung dengan pertemuan penting, yang dilakukan sebagai prosesi terakhir dari ritual ini.

"Akan ada banyak kekayaan yang dipamerkan, seperti tanaman ubi dan kava. Dan juga babi, karena babi merupakan sumber protein utama bagi mereka,” kata wartawan Dan McGarry yang berbasis di Vanuatu.

Dalam pertemuan Senin lalu, ratusan orang berkumpul di bawah pohon beringin raksasa, menurut McGarry yang berada di Tanna.

Ada pidato untuk mengenang Pangeran Philip, juga ada diskusi tentang siapa penerus Pangeran Philip. Saat matahari terbenam, para pria kemudian meminum kava.

Selama setengah abad terakhir, gerakan pemujaan Pangeran Philip berkembang pesat di desa Yakel dan Yaohnanen, Vanuatu.

Pada puncaknya, gerakan ini memiliki beberapa ribu pengikut, namun kini jumlahnya diperkirakan telah menyusut menjadi beberapa ratus orang saja.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU