> >

Kelaparan di Yaman Hanya Kumpulkan Bantuan 1.7 dari 3.85 Miliar Dollar AS, Sekjen PBB: Mengecewakan!

Kompas dunia | 2 Maret 2021, 09:58 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan hasil yang sangat mengecewakan dalam pengumpulan dana darurat bagi rakyat Yaman yang berada di ambang bencana kelaparan, Senin (01/03/2021). (Sumber: Xinhua/PBB/Mark Garten)

MARKAS PBB NEW YORK, KOMPAS.TV - Sekjen PBB Antonio Guterres mengungkapkan hasil yang sangat mengecewakan dalam pengumpulan dana darurat bagi rakyat Yaman yang berada di ambang bencana kelaparan. 

Associated Press hari Selasa (02/03/2021) melaporkan, dari 3.85 miliar dollar AS yang dibutuhkan, negara-negara hanya menjanjikan 1.7 miliar dollar bantuan bagi rakyat Yaman, untuk menghadang bencana kelaparan skala besar di negara yang hancur akibat perang itu. 

"Bagi kebanyakan orang, kehidupan di Yaman sekarang tak tertahankan. Masa kanak-kanak di Yaman adalah neraka yang akbar. Anak-anak Yaman kelaparan," kata Guterres saat membuka konferensi penggalangan dana bagi Rakyat Yaman.

Guterres menggambarkan hasilnya sebagai "mengecewakan" dan menyatakan, "Memotong bantuan adalah hukuman mati."

Baca Juga: Biden Telpon Raja Salman Untuk Pertama Kalinya, Bahas Perdamaian di Yaman

Seorang anak laki-laki kekurangan gizi parah terbaring di ranjang rumah sakit di Pusat Kesehatan Aslam di Hajjah, Yaman. Foto diambil pada 1 Oktober 2018. (Sumber: AP Photo / Hani Mohammed)

 

Sekitar 16 juta orang Yaman - lebih dari setengah populasi negara Jazirah Arab - kelaparan, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dari jumlah tersebut, 5 juta berada di ambang bencana kelaparan, kata kepala bantuan PBB Mark Lowcock.

 

"Ini tidak menyelesaikan masalah," kata Lowcock setelah konferensi. "Tidak mungkin dengan sumber daya yang terbatas untuk mencegah kelaparan skala besar."

Di antara komitmen dari negara-negara pada hari Senin adalah Arab Saudi dengan 430 juta dollar, Amerika Serikat dengan 191 juta dollar, Uni Emirat Arab dengan 230 juta dollar dan Jerman dengan 240 juta dollar AS.

Pada 2018 dan 2019, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencegah kelaparan karena permohonan bantuan yang didanai dengan baik. Pada tahun 2020, badan dunia hanya menerima lebih dari setengah dari 3,4 miliar dollar AS yang dibutuhkan.

Baca Juga: 400.000 Balita Yaman Terancam Mati Kelaparan Tahun 2021 Kata Empat Badan PBB

Foto seorang bayi Yaman lahir dari ibu yang kekurangan nutrisi parah. Setidaknya 400.000 anak-anak balita Yaman akan mati kelaparan tahun 2021 akibat kekurangan nutrisi parah bila tidak ada intervensi dunia, menurut empat badan PBB hari Jum’at, (12/02/2021) (Sumber: AP Photo)

Lebih dari enam tahun perang di Yaman yang secara luas dipandang sebagai konflik proksi antara Arab Saudi dan Iran, telah mengirim negara miskin itu ke dalam apa yang oleh PBB digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.

Menurut data PBB, sekitar 80% orang Yaman membutuhkan bantuan, dengan 400.000 anak di bawah usia 5 tahun mengalami kekurangan gizi parah. 

Untuk sebagian besar makanannya, negara ini bergantung pada impor yang terhadang semua pihak yang bertikai.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman pada 2015 setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menggulingkan pemerintah negara itu dari Sanaa.

Baca Juga: AS Cabut Status Houthi Yaman sebagai Teroris, Alasan Kemanusiaan Jadi Penyebabnya

Sejumlah orang tampak berlarian menghindari ledakan yang terjadi di bandara di kota Aden, Yaman pada Rabu (30/12), sesaat setelah pesawat yang mengangkut rombongan kabinet pemerintahan Yaman yang baru, mendarat. (Sumber: AP Photo)

Houthi mengatakan saat menggulingkan pemerintahan di Sanaa, mereka memerangi sistem yang korup. 

Penderitaan rakyat diperparah oleh jatuhnya ekonomi dan mata uang, dan oleh pandemi COVID-19.

Pejabat PBB sedang mencoba untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai, dan Presiden baru AS Joe Biden mengatakan Yaman adalah prioritas, serta menyatakan penghentian dukungan Amerika untuk kampanye militer yang dipimpin Saudi dan menuntut perang "harus diakhiri."

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Senin bahwa Arab Saudi dan pemerintah Yaman "berkomitmen dan bersemangat" untuk menemukan cara untuk mengakhiri perang di Yaman dan meminta kelompok Houthi untuk melakukan hal yang sama.

Berbicara setelah kunjungan ke wilayah itu oleh utusan Yamannya Tim Lenderking, Blinken mengatakan pada konferensi yang berjanji, "Dia melaporkan pemerintah Saudi dan Republik Yaman berkomitmen dan ingin menemukan solusi untuk konflik tersebut."

"Kami meminta Houthi untuk menyesuaikan dengan komitmen ini. Langkah pertama yang diperlukan adalah menghentikan serangan mereka terhadap Marib," katanya. 

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU