> >

Uni Eropa Setujui Vaksin Covid-19 Buatan Moderna, Dapat Segera Digunakan

Kompas dunia | 6 Januari 2021, 21:51 WIB
sebotol vaksin Moderna COVID-19 di atas meja sebelum digunakan di Topeka, AS. Badan obat-obatan Uni Eropa pada hari Rabu 6 Januari 2021 memberikan lampu hijau untuk vaksin COVID-19 Moderna Inc. (Sumber: AP Photo)

AMSTERDAM, KOMPAS TV – Badan Pengatur Obat-obatan Uni Eropa memberi lampu hijau kepada vaksin Covid-19 buatan Moderna, membuat kelompok 27 negara itu sekarang memiliki dua vaksin Covid-19 yang dapat mereka gunakan untuk memerangi penyebaran Covid-19, demikian dilaporkan Associated Press, Rabu (06/01/2021).

Persetujuan itu dikeluarkan Komite Obat-Obatan Manusia dari Badan Obat-Obatan Eropa, dan akan mendapat persetujuan formalitas dari Komisi Eksekutif Uni Eropa.

Persetujuan ini datang ditengah badai kritik atas lambannya vaksinasi di seluruh Eropa, dimana 450 juta penduduknya menghadapi tingkat penularan Covid-19 yang sangat tinggi.

Baca Juga: FDA Amerika Serikat Resmi Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Buatan Moderna

“Vaksin ini memberi kita tambahan alat untuk mengatasi kedaruratan yang ada saat ini,” tutur Emer Cooke, direktur eksekutif Badan Obat-obatan Eropa EMA, seraya mengatakan,”Ini adalah bukti komitmen dan upaya semua yang terlibat bahwa kita sekarang memiliki dua vaksin hanya kurang dari satu tahun sejak WHO menyatakan terjadinya pandemi,”

Vaksin Covid-19 buatan Moderna itu mendapat lampu hijau untuk usia 18 tahun ke atas, dengan efek samping “rendah atau sedang dan akan membaik beberapa hari setelah vaksinasi,”

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik keputusan itu dan pada twitnya mengatakan,”Sekarang kita ngebut untuk menyetujui (vaksin buatan Moderna) dan akan membuatnya tersedia di Uni Eropa,”

Baca Juga: Wakil Presiden Terpilih AS Kamala Harris Disuntik Vaksin Moderna

EMA sebelumnya telah memberi persetujuan bagi vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech. Kedua vaksin itu, baik buatan Pfizer maupun Moderna, membutuhkan dua kali suntikan.

Uni Eropa sudah memesan 80 juta dosis vaksin buatan Moderna dengan opsi tambahan 80 juta dosis. Uni Eropa juga berkomitmen untuk membeli 300 juta dosis vaksin buatan Pfizer dan BioNTech.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, yang selama ini vokal atas kelambanan Badan Obat-Obatan Uni Eropa, sebelum pengumuman persetujuan vaksin Moderna mengatakan, dia berharap vaksin Moderna itu bisa mulai disuntikkan ke masyarakat Uni Eropa minggu depan.

Jerman menyatakan akan membeli 2 juta dosis pada kuartal pertama tahun ini dengan total pembelian sebanyak 50 juta dosis di tahun 2021.

Baca Juga: Rencana Pemerintah Pesan Vaksin Covid-19 Produksi Moderna dari Amerika Serikat

“Masalahnya ada di rendahnya kapasitas produksi dibanding permintaan global,” tutur Spahn.

Spahn menambahkan, bila ada vaksin lain diluar buatan Pfizer dan Moderna yang akan disetujui Uni Eropa, maka “kami aknan bisa menyediakan vaksin itu bagi semua orang di Jerman pada musim panas,”

Efek samping yang paling umum adalah "nyeri dan bengkak di tempat suntikan, kelelahan, menggigil, demam, pembengkakan atau nyeri pada kelenjar getah bening di bawah lengan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah," kata EMA.

Cook menekankan bahwa otoritas Uni Eropa "akan memantau dengan cermat data tentang keamanan dan keefektifan vaksin untuk memastikan perlindungan berkelanjutan bagi publik Uni Eropa.

Baca Juga: Iini Bocoran Harga Vaksin Corona: Moderna, Sinovac, Pfizer

Pekerjaan kami akan selalu dipandu oleh bukti ilmiah dan komitmen kami untuk menjaga kesehatan warga Uni Eropa . ”

Efek samping yang paling umum adalah "nyeri dan bengkak di tempat suntikan, kelelahan, menggigil, demam, pembengkakan atau nyeri pada kelenjar getah bening di bawah lengan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah," kata EMA.

Amerika Serikat, Kanada, dan Israel telah menyetujui penggunaan vaksin Moderna.

AS memberikan lampu hijau untuk penggunaan darurat pada orang di atas 18 tahun pada 18 Desember, diikuti oleh Kanada lima hari kemudian dengan otorisasi sementara juga untuk orang di atas 18 tahun. Israel mengesahkan vaksin pada hari Senin lalu (04/01/2021).

Moderna mengatakan pada hari Senin (04/01/2021), mereka meningkatkan produksi vaksin global pada tahun 2021 dari 500 menjadi 600 juta dosis.

Baca Juga: Israel Setujui Penggunaan Vaksin Moderna

Perusahaan mengatakan "terus berinvestasi dan menambah staf untuk membangun hingga 1 miliar dosis untuk 2021."

Suntikan Moderna dan Pfizer-BioNTech adalah vaksin mRNA, dibuat dengan teknologi baru yang inovatif.

Mereka tidak mengandung virus corona - artinya tidak dapat menyebabkan infeksi. Sebaliknya, mereka menggunakan sepotong kode genetik yang melatih sistem kekebalan untuk mengenali protein lancip di permukaan virus, dan siap menyerang jika hal yang sebenarnya muncul.

Uni Eropa secara resmi mulai memberikan suntikan vaksinasi Pfizer-BioNTech pada 27 Desember, tetapi kecepatan program penyuntikan vaksin masing-masing negara sangat bervariasi.

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU