> >

Pria Bersenjata Bunuh 3 Polisi Prancis, Diduga Ektremis yang Percaya Kiamat Sudah Dekat

Kompas dunia | 24 Desember 2020, 04:53 WIB
Polisi berjaga di dekat lokasi penembakan yang menewaskan 3 polisi di dekat Kota Lyon, Prancis, 23 Desember 2020. (Sumber: cnn.com)

PARIS, KOMPAS.TV - Seorang pria bersenjata di Prancis selatan membunuh tiga petugas polisi yang datang ke rumahnya. Polisi datang ke rumah pria tersebut karena adanya panggilan kekerasan rumah tangga. Pria itu kemudian melarikan diri dan ditemukan tewas karena bunuh diri, Rabu (23/12/2020).

Peristiwa ini dimulai ketika seorang wanita menelepon temannya untuk meminta bantuan, Selasa (22/12/2020) malam. Dia melaporkan, pasangannya telah memukulinya di rumah pasangan tersebut di sebuah desa di lereng gunung, barat daya Kota Lyon, Prancis.

“Temannya kemudian menelepon polisi. Ketika polisi tiba, mereka menemukan wanita itu berada di atap dan sedang berlindung, setelah sang pria membakar rumah mereka,” kata Jaksa Penuntut Eric Maillaud, seperti dikutip dari the Associated Press.

Baca Juga: Prancis Tutup Perbatasan, Inggris Tak Khawatirkan Kelangkaan Sejumlah Barang

“Itu adalah adegan perang yang nyata yang kami hadapi dalam semalam. Kemudian seorang pria bersenjata lengkap, keluar dari rumah yang terbakar,” ujarnya.

Kemudian terjadi kontak tembak yang membuat tiga petugas polisi tewas dan satu polisi lainnya terluka. Setelah membunuh polisi, pria bersenjata itu melarikan diri. Sekitar 300 polisi kemudian dikirim ke daerah itu untuk mencari pria tersebut.

Pria itu kemudian ditemukan pada Rabu (23/12/2020) pagi di mobilnya yang jatuh di lereng gunung. Dia ditemukan bersama senapan semi-otomatis tidak terdaftar yang terlihat seperti senjata perang. Selain itu, dia juga memiliki pistol Glock, senapan berburu dan empat pisau.

Sedangkan wanita yang dipukuli pria tersebut, kini telah diberi perawatan medis.

Baca Juga: Prancis Luncurkan Rancangan Undang-undang Untuk Melawan Radikalisme

Penyelidikan awal menunjukkan, pria bersenjata itu telah menjalani pelatihan militer singkat. Ia diduga berpandangan ekstremis Katolik dan tampaknya memiliki keyakinan bahwa kiamat sudah dekat.

Dalam catatan Kementerian Dalam Negeri Prancis, sebanyak 146 wanita telah dibunuh oleh pasangan mereka tahun lalu. Hal ini memicu kampanye nasional melawan kekerasan dalam rumah tangga.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin pergi ke lokasi pembunuhan pada hari Rabu dan memuji tindakan polisi. Sedangkan Presiden Prancis Emmanuel Macron mencuitkan di laman Twitternya, bahwa ketiga polisi yang tewas merupakan pahlawan bagi Prancis.

Penulis : Tussie-Ayu

Sumber : Kompas TV


TERBARU