> >

Trump Tak Izinkan Biden Dapat Akses Pengarahan Intelijen, Senator Republik Siap Ikut Campur

Kompas dunia | 12 November 2020, 20:52 WIB
Kandidat Partai Demokrat, Joe Biden, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari Partai Republik. (Sumber: Istimewa)

WASHINGTON, KOMPASTV - Pemerintahan petahana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dikabarkan tak memberikan akses pengarahan intelijen terhadap presiden terpilih, Joe Biden.

Hal itu rupanya menimbulkan pertanyaaan dan kekesalan dari Senator Republik dari Oklahoma, James Langkford.

Dia pun menegaskan akan ikut campur dan membela Biden jika Trump tak mau memberikan akses pengarahan intelijen kepadanya.

Baca Juga: Benteng Era Nabi Daud Ditemukan di Area Pendudukan Dataran Tinggi Golan

“Tidak ada ruginya dia mendapatkan pengarahan itu dan bisa melakukannya,” ujar Senator Langkford, Kamis (12/11/2020) seperti dikutip dari CNN.

Dia pun menegasan bakal turun tangan jika tidak ada perubahan terkait masalah tersebut, Jumat (13/11/2020).

“Ini perlu dilakukan agar apa pun hasil pemilu, ke mana pun jalannya, rakyat bisa siap untuk tugas yang sebenarnya,” tuturnya.

Baca Juga: Bahagia Trump Gagal Kembali Jadi Presiden AS, Hizbullah: Kejatuhan yang Memalukan

Sebelumnya, Biden dan penasihat seniornya sempat mengeluhkan tak menerima akses pengarahan intlijen presiden.

Pengarahan tersebut terkait info intelijen rahasia mengenai penekanan isu keamanan nasional yang diberikan oleh calon pendahulu mereka setiap harinya.

Kantor Direktur Intelijen Nasional mengatakan bahwa kurangnya akses untuk Biden karena hasil pemilihan yang dipastikan oleh Administrasi Layanan Umum.

Hal itu merupakan indikasi bahwa tim transisi Biden tidak mendapatkan pengarahan yang sama seperti biasa diterima oleh presiden terpilih.

Baca Juga: Donald Trump Kalah di Arizona, Pengakuan Jaksa Agung dari Partai Republik Ini Mengejutkan

“Tak ada yang salah dengan Biden menerima pengarahan sehingga bisa mempersiapkan dirinya. Presiden sudah mendapatkannya,” ujar Langkford.

Trump sendiri sebelumnya memang menegaskan tak akan begitu saja melakukan transisi kekuasaan jika dirinya kalah dalam Pemilihan Presiden AS.

Pada pemilihan Presiden AS, Trump harus mengakui keunggulan Biden yang berhasil mendapatkan electoral vote melebihi 270, syarat untuk menjadi Presiden AS, Sabtu (7/11/2020) waktu setempat.

Penulis : Haryo-Jati

Sumber : Kompas TV


TERBARU