> >

Bawa Kasur ke dalam Mobil saat Mudik, Bahaya atau Tidak? Ini Penjelasannya

Tradisi | 26 April 2022, 20:11 WIB
Ilustrasi pemudik yang membawa alas tidur atau kasur di dalam mobil untuk tempat istirahat penumpang selama perjalanan. (Sumber: KOMPAS.com/FEBRI ARDANI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh banyak keluarga di Indonesia.

Biasanya, keluarga dengan jumlah anggota yang banyak lebih memilih untuk mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil.

Selain itu, sewaktu mudik pun tak sedikit di antara mereka yang membawa kasur sebagai alas tidur selama melakukan perjalanan jarak jauh.

Hal tersebut bagi banyak orang mungkin wajar, terlebih jika ada anak kecil yang ikut mudik.

Baca Juga: 5 Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Sepeda Motor

Namun menurut founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC) Jusri Pulubuhu, membawa kasur ke dalam mobil saat mudik, tidak dianjurkan.

"Kalau tidur di atas tempat tidur atau matras saat mobil melaju, anak kita atau siapa saja yang berada di situ akan mudah sekali bergerak mengikuti gaya yang terjadi," jelas Jusri, dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/4/2022).

"Misalnya, saat melakukan pengereman mendadak, maka si anak akan ikut bergerak mengikuti arah mobil ke kanan atau kiri," sambungnya.

Apalagi saat mobil melakukan manuver, seseorang yang berada di atas kasur tersebut tidak punya pegangan atau kesempatan mengamankan posisinya.

Baca Juga: Mudik dengan Mobil Masih Jadi Favorit, Ini 6 Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman dan Aman

Oleh karena itu, Jusri menyarankan agar penumpang mobil tetap tidur atau istirahat di kursinya selama perjalanan, daripada menggunakan kasur.

Jusri menambahkan, saat beristirahat dalam posisi duduk, penumpang juga harus selalu mengenakan sabuk pengaman agar keselamatannya terjaga.

Sementara itu, bagi pengemudi mobil, meluangkan waktu untuk beristirahat itu juga penting terutama jika sudah mulai merasa lelah dan mengantuk.

"Jadi, bijaklah dalam berkendara agar mudik tetap aman. Pahamilah jika saat mengemudi adalah sebuah pekerjaan yang sangat berisiko tinggi pada kecelakaan," tandas Jusri.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU