> >

Simak! Ayahanda Najwa Shihab Beberkan Keistimewaan Makan Sahur

Panduan | 20 April 2021, 02:24 WIB
Pendiri Pusat Studi Al Quran Quraish Shihab membeberkan keistimewaan dari sahur di bulan Ramadan. (Sumber: Tribunnews)

SOLO, KOMPAS.TV- Jangan pernah sepelekan makan sahur saat berpuasa. Terlebih pada bulan Ramadan ini, makan sahur seyogyanya jangan sampai dilupakan karena banyaknya keistimewaan didalamnya.

Quraish Shihab, pendiri Pusat Studi Al Quran menyampaikan hal tersebut. Menurutnya orang yang sahur sebelum puasa, akan mendapat rahmat dari Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW juga berpesan, kata dia, agar orang yang berpuasa melaksanakan sahur, meski hanya dengan sebiji kurma atau seteguk susu.

Sehingga, sahur ini sudah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW bagi para pengikutnya yang berpuasa.

Baca Juga: 'Meet Up' Sebelum Sahur, Pasangan Selingkuh Digerebek

"Sahur itu anjuran nabi. Bahkan ada hadis, Allah beserta malaikatnya berselawat, yakni melimpahkan rahmat dan mendoakan orang-orang yang sahur,” papar dia.

"Nabi juga berpesan bahwa "bersahurlah walau hanya sebiji kurma atau seteguk susu".

"Bahkan sahur itu dalam konteks yang berkata bahwa kuat sampai buka," ujarnya, dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Minggu (26/4/2020).

Ayahanda dari presenter Najwa Shihab ini menambahkan, sahur juga membuat orang yang melakukannya terbiasa untuk bangun malam.

"Sahur itu memang pada dasarnya diistilahkan dengan makanan ringan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sahur juga membuat orang yang melakukannya terbiasa untuk bangun malam.

Baca Juga: Tradisi Bangunkan Warga Sahur dengan Musik Patrol Khas Jember

"Sahur itu memang pada dasarnya diistilahkan dengan makanan ringan. Jadi tentu ada selain makan, yang diharapkan diperoleh dari bangun malam sahur itu," ungkapnya.

"Bukan hanya bagi yang makan lumayan, bukan hanya untuk memberinya kekuatan berpuasa, tapi yang membiasakan diri bangun malam," jelas Quraish Shihab.

Seperti juga diberitakan TribunJateng, Senin (19/4/2021), selain itu, Sahur juga membiasakan diri untuk melakukan rutinitas yang bermanfaat.

"Membiasakan diri untuk tidak melaksanakan rutinitas kita. Orang itu terbelenggu oleh rutinitasnya. Dengan sahur, dia melawan rutinitas untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat," terangnya.

Diberitakan Tribunnews.com yang dikutip dari buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah yang diterbitkan oleh Pustaka Muslim, Sleman, Yogyakarta, makan sahur merupakan sunah puasa Ramadhan.

Terdapat sejumlah hadis dari Nabi Muhammad SAW terkait makan sahur ini.

Baca Juga: 6 Makanan yang Bikin Kenyang Tahan Lama, Cocok untuk Menu Sahur

Seperti hadis riwayat Bukhari nomor 1923 dan Muslim nomor 1095 yang berbunyi:

"Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah."

Hadis yang lain:

Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur." (Hadis riwayat Ahmad).

Sementara itu, sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, makan sahur disunahkan di bagian akhir atau mendekati fajar (subuh).

Berdasarkan hadits Anas berikut:

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Turun Langsung Patroli Cegah Sahur On The Road

"Dari Anas bin Malik, Nabi Allah shallallahu alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit pernah bersama makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi pun berdiri untuk pergi salat, lalu beliau salat. Kami pun berkata pada Anas, 'Berapa lama jarak antara waktu selesai makan sahur dan waktu pengerjaan salat?' Beliau menjawab, 'Sekitar seseorang membaca 50 ayat.'"

Hadis di atas diriwayatkan oleh Bukhari nomor 1921 dan Muslim nomor 1097.

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU