> >

MRT Minta Tarif Terintegrasi Rp10.000 Dievaluasi

Ekonomi dan bisnis | 26 Januari 2023, 06:49 WIB
Foto ilustrasi. Warga menempelkan kartu pembayaran non tunai sebelum memasuki Halte Bus TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) dari Stasiun MRT ASEAN di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/6/2022). (Sumber: Kompas.tv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Pihak PT MRT Jakarta (Perseroda) menilai tarif integrasi antarmoda dengan harga maksimal Rp10.000, perlu dievaluasi kembali. Pasalnya, tak banyak penumpang yang memanfaatkan ketentuan itu.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, hanya dua persen dari total penumpang yang menggunakan tarif integrasi dengan perjalanan menggunakan lebih dari satu moda transportasi.

"Dari sekian penumpang yang melanjutkan perjalanan dengan moda lain, hanya sekitar dua persen yang masuk kategori tarif integrasi. Oleh karena itu, ini harus dilaporkan kembali ke Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk dilakukan reevaluasi," kata Tuhiyat seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/1/2023). 

Adapun tarif integrasi sebesar maksimal Rp10.000 untuk penggunaan lebih dari satu moda transportasi, yakni mencakup TransJakarta, MRT dan LRT Jakarta sejak Agustus 2022.

Tuhiyat menjelaskan, bahwa sejak tarif integrasi diberlakukan, MRT dan TransJakarta menjadi moda yang paling banyak digunakan, meskipun jumlahnya belum signifikan.

Dalam implementasinya, pengguna transportasi lebih memilih menggunakan transportasi berbasis aplikasi daring untuk sampai ke tujuan akhir, setelah menggunakan salah satu moda, baik itu MRT maupun TransJakarta.

Baca Juga: Dirut MRT Jakarta Diganti Lagi, Ada Tantangan Soal Akuisisi PT KCI oleh MRT

"Rata-rata orang begitu naik TransJakarta, turun, langsung naik Gojek ke kantor atau sebaliknya. Sejauh ini yang paling terdampak dan terbesar adalah TransJakarta, karena MRT hanya 13 stasiun sedangkan TransJakarta seluruh halte," ungkapnya. 

Sebagai informasi, penerapan tarif integrasi antarmoda berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. Nomor 733 Tahun 2022 tentang Besaran Paket Tarif Layanan Angkutan Umum Massal.

Tuhiyat memaparkan, bila pengguna hanya menggunakan satu moda saja, tarif yang berlaku akan sama dengan yang berlaku di masing-masing operator saat ini. 

Contohnya, bila hanya menggunakan TransJakarta, kata dia, penumpang tetap dikenakan Rp3.500, namun jika terdapat kombinasi perjalanan TransJakarta dan MRT Jakarta, tarif integrasi akan diterapkan sehingga perhitungannya menjadi lebih terjangkau dari ongkos biasanya. 

Sementara itu, MRT menargetkan jumlah penumpang harian pada 2023 mencapai rata-rata 70.000 orang atau meningkat dibandingkan realisasi 2022 sebesar 53.000 orang.

"Tahun ini target kami, diminta oleh Pemprov DKI capai 70.000 penumpang per hari. Kalau tidak ada gangguan berarti, kami yakin bisa tercapai," ucap Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Muhammad Effendi pada kesempatan yang sama. 

Baca Juga: Keselamatan Jadi Fokus Kuncoro Wibowo, Dirut TransJakarta yang Baru Pengganti Yana Aditya

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai, apalagi pemerintah telah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pandemi COVID-19 yang sudah melandai.

Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang harian MRT pada Januari juga telah mencapai rata-rata 83.617 orang dengan catatan tertinggi sebanyak 103.110 orang pada masa libur Tahun Baru 2023.

Sebagai upaya mencapai target tersebut, MRT Jakarta bermitra dengan sejumlah perusahaan transportasi untuk membantu akses masyarakat menuju stasiun MRT dengan angkutan pengumpan (feeder).

 

Setidaknya ada tujuh perusahaan yang digandeng MRT untuk memberikan berbagai promo agar penumpang dapat menggunakan angkutan pengumpan menuju stasiun MRT. Seperti Grab, Gojek, Bluebird, PPD, startup Tebengan dan Swoop.

"Kita ambil mana kantong-kantong perumahan yang ada di sekitar Jakarta Selatan, seperti Pondok Cabe, Sawangan, ada 30 titik sehingga mitra kami membawa penumpang MRT dari depan kompleks perumahannya ke stasiun MRT," sebutnya. 

Baca Juga: Wapres Soal Biaya Haji Naik: Subsidinya Terlalu Besar, Jemaah Haji Berikutnya Bisa Terganggu

Selain itu, sejumlah kebijakan yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, seperti ganjil-genap, kenaikan tarif parkir, hingga jalan berbayar elektronik atau ERP akan membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi umum, serta mengurangi kemacetan Ibu Kota.

Sedangkan sepanjang 2022, MRT berhasil mencatatkan jumlah penumpang rata-rata per hari 53.000 orang atau melebihi target yang ditetapkan sebesar 50.000 orang.

Realisasi penumpang harian 2022 meningkat signifikan dibandingkan 2021 sebesar 19.659 penumpang per hari.

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

Sumber : Antara


TERBARU