> >

Wamenkeu Sebut Bansos Turunkan Kemiskinan: Ekonomi Lagi Maju Banget

Kebijakan | 13 September 2022, 07:00 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, angka kemiskinan saat ini dapat diturunkan dengan pemberian bantuan sosial. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

Sebaliknya, jika pemerintah tidak mengucurkan  bansos maka kemiskinan akan bertambah. Karena naiknya harga BBM memicu kenaikan harga-harga lainnya, sehingga biaya hidup meningkat.

"Ini yang kemudian kita hitung bersama-sama. Oh,  ternyata kalau diberikan bansos, kita bisa sama-sama jaga daya beli khususnya yang miskin dan rentan," ujarnya.

Ia menjelaskan, bansos yang diberikan pemerintah menyasar masyarakat yang masuk ke dalam golongan desil 1 hingga desil 4. Adapun kelompok orang miskin terdapat di desil 1, maka dengan pemberian bansos hingga desil 4 telah mencakup kelompok masyarakat terbawah.

"Jumlah orang miskin sekarang di 10 persen terbawah, itu desil 1. Jadi orang miskin itu di desil 1. Lalu kita siapkan bantalannya untuk sampai desil 4. Jadi turun dari mana dia ke desil 1? Mungkin enggak dari desil 6 turun ke desil 1? Ya mudah-mudahan gak ada," terangnya.

Baca Juga: Pengumuman! Tarif GrabFood, GrabCar, dan GrabExpress Juga Naik, Ini Rinciannya

Desil 1 yang merupakan kelompok ekonomi terbawah, yang selama ini menerima bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Sembako, dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kemudian desil 2 dipandang sebagai masyarakat dengan kelas menengah kebawah yang rawan miskin. Masyarakat yang masuk desil 2 selama ini mendapatkan bansos berupa KIP, Program Sembako dan KIS.

Lalu desil 3 dianggap sebagai masyarakat kelas menengah yang rentan miskin apabila terjadi goncangan ekonomi. Pada desil 3 ini bansos yang diberikan oleh pemerintah adalah program sembako dan KIS.

Sedangkan desil 4 adalah yang dianggap sebagai masyarakat yang sudah mampu secara finansial, tetapi apabila ada goncangan ekonomi menjadikan masyarakat di golongkan ini hampir miskin.

Penulis : Dina Karina Editor : Iman-Firdaus

Sumber :


TERBARU