> >

Ahli dari China dan ITB Dikerahkan Garap Terowongan Tersulit Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ekonomi dan bisnis | 13 Januari 2022, 15:13 WIB
Kondisi pengerjaan Tunnel 2 Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung yang berlokasi di Desa Bunder, Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mendatangkan ahli dari China untuk bekerjasama dengan ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam pengerjaan salah satu terowongan. Yaitu Tunnel 2 yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Terowongan tersebut menjadi salah satu titik konstruksi yang mempunyai tantangan tinggi karena berada di tanah lempung (clay shale).

"Para ahli dari Tiongkok dan ITB tersebut akan dimaksimalkan untuk transfer knowledge kepada seluruh pekerja kereta cepat di titik konstruksi," kata Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi seperti dikutip dari Antara, Kamis (13/1/2022). 

Dwiyana menjelaskan, jenis tanah tersebut mempunyai karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian. Sehingga berpotensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan maupun jalan yang terdapat di atasnya.

Baca Juga: Kapal Pinisi dan Kapal Pesiar Akan Jadi Penginapan Penonton MotoGP Mandalika

"Tunnel 2 memang salah satu titik tersulit. Lokasinya berada di area clay shale yang karakteristik tanahnya mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru," ujarnya. 

Ia menyampaikan, tenaga ahli berpengalaman didatangkan untuk membantu bagian permukaan terowongan, karena sangat menguasai metode grouting yang selama ini dipakai untuk mengerjakan beberapa proyek terowongan kereta cepat.

"Kami akui bahwa dalam pengerjaan Tunnel 2 yang berada di area clay shale membutuhkan penanganan khusus. Dikarenakan pengerjaan menggunakan metode grouting, kami mengumpulkan para ahli tunnel yang menguasai grouting untuk membantu memperkuat permukaan terowongan," tutur Dwiyana. 

Berkat kolaborasi tersebut, ia memastikan tantangan geografis itu bisa diatasi karena proses pengerjaan berangsur membaik dan pengerjaan bisa mencapai 1,2 meter hingga 3 meter per hari.

Baca Juga: Bangun Penginapan di Rest Area Tol Trans Jawa Diizinkan, Ini Syaratnya

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU