> >

Waspadai Peredaran Uang Palsu, Transaksi Digital Jadi Andalan

Perbankan | 16 April 2021, 08:34 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). (Sumber: Kompas.com/Shutterstock)

Transfer (uang) sosial antarkerabat atau antarsaudara di daerah yang berbeda akan tetap berjalan. Namun, perputaran uang yang dibawa sepanjang mudik akan lebih rendah dibandingkan dengan 2019.

“Perputaran uang tersebut biasanya dibelanjakan di area istirahat serta di tujuan mudik untuk membeli makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya,” tuturnya, (14/4).

Baca Juga: BI Siapkan Uang Kartal untuk Ramadan dan Lebaran Sebesar Rp152,14 Triliun

Pada Ramadhan-Lebaran tahun ini, lanjutnya, konsumsi masyarakat berpenghasilan kelas menengah ke atas lebih menyokong peredaran uang.

Hal tersebut beradasarkan asumsi bahwa masih ada tabungan untuk belanja kebutuhan primer dan sekunder, seperti makanan-minuman dan pakaian. Sedangkan, konsumsi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah masih mengandalkan bantuan sosial.

Baca Juga: Bank Indonesia akan Terbitkan Uang Digital

 

Secara makro, dampak konsumsi selama Ramadhan-Lebaran 2021 pada perekonomian nasional salah satunya tecermin pada laju inflasi. ”Kalau inflasinya (dibandingkan periode sama tahun sebelumnya) berada di rentang 1,7-2 persen, belanja Ramadhan-Lebaran berdampak pada ekonomi. Tetapi, jika inflasi berada di bawah 1,5 persen, Ramadhan-Lebaran tidak ada efeknya,” jelas Tauhid

 

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU