Kompas TV regional update

Dinkes DKI Jakarta Sediakan 60 Ribu Vaksin di 300 Lokasi untuk Dukung Vaksinasi Booster Kedua

Kompas.tv - 24 Januari 2023, 11:32 WIB
dinkes-dki-jakarta-sediakan-60-ribu-vaksin-di-300-lokasi-untuk-dukung-vaksinasi-booster-kedua
Ilustrasi vaksin Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyediakan total sekitar 60 ribu dosis vaksin Covid-19 per hari di 300 lokasi untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi booster kedua yang dimulai pada hari ini, Selasa (24/1/2023). Sumber: pixabay.com/Torstensimon)
Penulis : Nadia Intan Fajarlie | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyediakan total sekitar 60 ribu dosis vaksin Covid-19 per hari di 300 lokasi. 

Vaksinasi  di masa PPKM  (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sudah dicabut itu, untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi booster kedua bagi masyarakat umum usia 18 tahun ke atas yang dimulai pada hari ini, Selasa (24/1/2023).

"Kami sediakan sekitar 200 dosis per lokasi," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Nabila Salama, di Jakarta, Selasa (24/1/2023) dilansir dari Antara.

Nabila menjelaskan, masyarakat umum yang ingin mendapatkan vaksinasi Covid-19 booster kedua hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dinkes DKI Jakarta menyediakan sekitar 300 layanan vaksinasi per hari setiap Senin hingga Minggu, bahkan sore dan malam hari pukul 16.00-20.00 WIB pada Senin sampai Jumat di 44 puskesmas kecamatan.

Sebaran 300 lokasi vaksinasi itu tersebar di puskesmas dan dapat diamati salah satunya melalui akun media sosial Instagram Dinas Kesehatan DKI yakni di @dinkesdki.

Dinkes DKI mencatat sebanyak 85 persen yang meninggal akibat Covid-19 di Jakarta memiliki jarak vaksin terakhir lebih dari enam bulan atau rata-rata enam hingga 12 bulan.

Oleh karena itu, vaksinasi booster penting dilakukan karena dapat melipatgandakan jumlah antibodi dalam tubuh untuk membunuh virus yang masuk.

Baca Juga: Hari Ini Vaksin Booster Kedua Covid-19 Mulai Diberikan: Perhatikan Aturan, Syarat, dan Jenisnya

"Dinyatakan endemi jika kasus tinggi, tapi tidak ada peningkatan kematian dan perawatan di rumah sakit (BOR). Kunci mengendalikan COVID ini di imunitas. Harus dijaga kadar imunitas masyarakat baik dan terus cukup tinggi," ujar Nabila.



Sumber : Kompas TV/Antara

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

BERITA LAINNYA



Close Ads x
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.