Kompas TV regional peristiwa

Kronologi Uang Tabungan Rp65 Juta Milik Pengemudi Ojol Ludes, Berawal Telepon Misterius Mengaku Bank

Kompas.tv - 22 April 2022, 14:56 WIB
kronologi-uang-tabungan-rp65-juta-milik-pengemudi-ojol-ludes-berawal-telepon-misterius-mengaku-bank
Driver ojek online di Semarang, Jawa Tengah, yang jadi korban penipuan. Akibatnya, uang puluhan juta rupiah miliknya raib. (Sumber: TRIBUN JATENG)
Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Fadhilah

SEMARANG, KOMPAS.TV - Irwanuari Kiswanto, pengemudi ojek online asal Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan dengan modus undian berhadiah.

Uang sebesar Rp65 juta yang ditabung selama tujuh tahun habis digasak oleh orang tidak dikenal yang mengaku dari pihak bank.

Peristiwa itu bermula saat Irwanuari mendapatkan panggilan telepon melalui aplikasi WhatsApp (WA) pukul 11.44 WIB, Selasa (19/4/2022).

Baca Juga: Usai Terima Telepon dari Nomor Ini, Uang Rp65 Juta Hasil Menabung 7 Tahun Milik Driver Ojol Ludes

Penelepon yang mengaku dari bank terkemuka milik pemerintah dengan nomor telepon 1(401)777-7910 dan mengiming-imingi Irwanuari dengan undian berhadiah televisi, handphone, hingga motor.

Warga Kelurahan Sembungharjo, Genuk, Semarang ini mengaku sudah dua kali dihubungi lewat aplikasi WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal, tapi tidak diangkat.

Begitu juga saat nomor telepon 1(401)777-7910 menghubunginya. Irwanuari tidak memedulikan lantaran masih mengantar penumpang.

Nomor tersebut kembali menghubunginya dan menjelaskan mengenai undian berhadiah dan diminta untuk konfirmasi melalui tautan yang dikirim oleh penelepon tersebut dengan alasan untuk melihat poin hadiah di bank.

Baca Juga: Pelaku Penipuan Bermodus Hipnotis Gasak Puluhan Gram Emas Senilai Rp 48 Juta!

Irwanuari mengaku seperti terhipnotis dan mau mengikuti seluruh perintah yang diberikan sang penelepon misterius tersebut.

Korban diminta memberitahukan kode one time pasword (OTP).

Padahal kode OTP merupakan kode verifikasi atau kata sandi sekali pakai yang dapat disalahgunakan jika diketahui oleh orang lain. 

Alhasil uang Rp31 juta dari ATM BRI miliknya ludes.

Baca Juga: Modus Penipuan Pamer Kemampuan Crypto, Korban Merugi Hingga Rp7 Miliar!

"Saat itu pikiran saya kosong, nge-blank. Saya tiba-tiba menurut saja perintah penelepon itu. Saya ikuti alur penelepon, saya seperti terhipnotis," ujar Irwanuari, dikutip dari TribunJateng, Jumat (22/4/2022).

Tidak hanya mengambil uang di ATM BRI, penelepon memperdaya Irwanuari untuk meminta kode OTP bank lain miliknya dengan alasan kode OTP bank pertama tidak bisa.

Tak banyak pertanyaan, Irwanuari memberitahukan uang Rp34 juta di rekening BCA-nya. Ia pun kirim kode OTP bank tersebut.

Selepas itu, ia diminta menunggu selama 20 menitan. Bukannya dapat hadiah, nomor telepon miliknya malah diblokir oleh pelaku.

Baca Juga: Berbohong ke Istri Jadi Korban Klitih, Pengemudi Ojol Malah Berurusan dengan Polisi

Total kerugian Irwanuari dari penipuan melalui telepon ini mencapai Rp65 juta. 

"Habis itu saya baru sadar. Firasat tidak enak. Benar saja. Saya cek dua ATM itu uangnya ludes semua," ujarnya 

"Enggak tahu kenapa, saya jawab iya, iya, dan iya," sambung Irwanuari. 

Ingin Bangun Rumah

Setelah kejadian itu, Irwanuari mendatangi kantor BRI dan BCA. Pihak bank kemudian memblokir rekening miliknya untuk mengantisipasi transaksi lain yang bisa diambil oleh penelepon misterius tersebut.

Irwanuari juga melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Semarang, Selasa (19/4/2022) pukul 15.30 WIB.

Bukannya mendapatkan penanganan serius, ia malah ditanya, "kenapa uangnya banyak?"

Baca Juga: Waspada! Lagi Marak Modus Penipuan COD, Berikut Tips Mencegahnya

"Saya jawab. Uang itu dapat kredit KUR Rp30 juta belum saya pakai. Sisanya hasil nabung 7 tahun. Rencana uang itu mau bikin rumah selepas lebaran," ujar Irwan.

Irwan mengaku, selama ini tinggal bersama orangtuanya. Hasil kerja sebagai ojol selama lima tahun dan kerja serabutan dikumpulkan untuk bangun rumah sederhana. Ia berharap, kasusnya dapat diusut tuntas.

"Itu uang besar sekali, apa bisa balik? Saya ingin uang itu balik. Jangan semuanya, hanya separuh tidak apa-apa," ungkap Irwanuari. 
 




Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA



Close Ads x