Kompas TV klik360 sinau

Waspada! Lagi Marak Modus Penipuan COD, Berikut Tips Mencegahnya

Kamis, 28 Oktober 2021 | 11:30 WIB

KOMPAS.TV - Sistem Cash on Delivery (COD) dalam belanja online cukup banyak digunakan di Indonesia, di mana pembeli melakukan pembayaran secara tunai saat barang diterima melalui pengiriman oleh kurir.

Namun dalam sistem COD yang diterapkan saat ini di banyak marketplace atau e-commerce, ada ketentuan paket tidak dapat dibuka sebelum penerima melakukan pembayaran.

Menurut Statistik E-Commerce 2020 yang dirilis BPS, sekitar 73 persen pembeli dari 17 ribu usaha di e-commerce melakukan pembayaran secara COD.

Melansir Katadata, Survei Jakpat menemukan sebanyak 52 persen konsumen Indonesia memilih metode COD ketika berbelanja di e-commerce dalam setahun terakhir.

Belakangan, modus penipuan dengan memanfaatkan metode pembayaran COD ramai diperbincangkan. Korban menerima bermacam-macam ‘paket palsu’ padahal korban sama sekali tidak berbelanja di e-commerce.

Baca Juga: Sistem COD Sering Bermasalah, Komunitas Konsumen Indonesia Sampaikan Cara Mitigasinya

Menurut Chairman Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC, Pratama Persadha, kasus ini bisa terjadi karena ada kebocoran data atau informasi dari sistem marketplace, pihak penjual, maupun di sistem ekspedisi.

"Pelaku bisa mendapatkan data dari berbagai macam tempat, bisa dengan membelinya atau pun mendapat data dari orang-orang yang pernah berbelanja online," terang Pratama seperti dikutip dari Kompas.com.

Agar tidak menjadi korban modus penipuan COD, ada beberapa tips yang bisa dilakukan konsumen, di antaranya:

1. Cek nama, alamat, dan nomor telepon penerima dan pengirim di kemasan paket

2. Beritahu anggota keluarga jika sedang memesan atau tidak memesan paket dengan sistem pembayaran COD.

3. Jika terkonfirmasi tidak melakukan pembelian, tolak menerima dan membayar barang lalu kembalikan barang dengan sopan kepada kurir.

Untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi, pemilik paket sebaiknya merusak bagian data atau identitas pada bagian resi di kemasan paket sebelum dibuang ke tempat pembuangan umum.

(*)

Grafis: Agus Eko

Penulis : Gempita Surya

Sumber : diolah dari berbagai sumber


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:47
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19