Kompas TV olahraga kompas sport

PSSI-nya Bulgaria Kisruh, Dmitiar Berbatov Dijagokan Jadi Ketua Baru

Kompas.tv - 12 Oktober 2021, 23:22 WIB
pssi-nya-bulgaria-kisruh-dmitiar-berbatov-dijagokan-jadi-ketua-baru
Dimitar Berbatov saat membuka turnamen sepak bola anak-anak di Sofia, Bulgaria pada 2009. Berbatov difavoritkan terpilih menjadi ketua baru BFU yang pemilihannya dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober 2021. (Sumber: Dimitiar Yotov via Wikimedia)
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

SOFIA, KOMPAS.TV - PSSI-nya Bulgaria (BFU) dijadwalkan menggelar pemilihan ketua baru pada 12 Oktober 2021. Pemilihan akhirnya digelar setelah badan otoritas sepak bola Bulgaria didera kekisruhan satu tahun terakhir.

Eks striker Tottenham Hotspur dan Manchester United, Dimitiar Berbatov difavoritkan terpilih menjadi ketua baru BFU. Berbatov sendiri merupakan pihak yang menekan digelarnya pemilihan, menentang keputusan kontroversial ketua sebelumnya, Borislav Mihaylov.

Kekisruhan dalam tubuh BFU berawal dari insiden saat Timnas Bulgaria menghadapi Inggris pada Oktober 2019 lalu. Waktu itu, di Stadion Vasil Levski, pemain-pemain The Three Lions yang berkulit hitam menjadi sasaran pelecehan rasial oleh suporter tuan rumah.

Insiden ini kemudian berujung mundurnya Mihaylov dari kursi ketua BFU. Ia digantikan Mikhail Kasabov yang berstatus interim. Kasabov menjabat hingga pemilihan digelar untuk menunjuk ketua dan susunan pengurus baru.

Baca Juga: Berbatov Ingatkan Potensi Bahaya Ronaldo bagi Skuad Manchester United

Pada April 2021, Berbatov mendeklarasikan diri sebagai kandidat ketua BFU. Ia didukung Stiliyan Petrov dan Martin Petrov. Keduanya pernah merumput di Liga Inggris bersama Berbatov, masing-masing memperkuat Aston Villa dan Bolton Wanderers.

Akan tetapi, pada bulan yang sama, Mihaylov secara mengejutkan diresmikan kembali sebagai ketua BFU. Alasan dari kebijakan kontroversial ini adalah pengunduran diri Mihaylov tidak melalui persetujuan komite eksekutif BFU.

“Saya sekarang sudah selesai beristirahat dan siap menjalankan tugas hingga akhir masa jabatan,” kata Mihaylov saat diwawancara media setempat pada April lalu.

Mihaylov pun menjanjikan pemilihan ketua baru akan digelar pada Februari 2022. Namun, pihak Berbatov tidak menerimanya.

Berbatov mendesak BFU menggelar pemilihan darurat dan meminta dukunga petisi dari klub-klub Bulgaria. Menurut aturan BFU, pemilihan darurat mesti didukung oleh setidaknya sepertiga dari 508 klub yang diakui otoritas sepakbola Bulgaria.

Kubu Berbatov berhasil mendapatkan 191 tanda tangan, lolos ambang batas. Namun, BFU mempertanyakan legalitas dokumen dari 35 klub pendukung petisi Berbatov.

Kasus ini akhirnya sampai ke meja hijau. Pengadilan di Sofia pun memenangkan kubu Berbatov dan menetapkan tanggal pemilihan darurat pada 12 Oktober 2021.

“Ini saatnya untuk perubahan radikal. Sepakbola Bulgaria harus diguncang sepenuhnya,” kata Berbatov kepada The Guardian.

Berbatov vs Mihaylov: Pertarungan Dua Ikon Sepak Bola Bulgaria

Dimitiar Berbatov merupakan top skor sepanjang masa Timnas Bulgaria, mengemas 48 gol dari 78 pertandingan. 

Sementara itu, Borislav Mihaylov juga menorehkan karier internasional yang fenomenal. Mihaylov memegang rekor penampilan terbanyak kedua di Timnas Bulgaria, tampil dalam 102 pertandingan.

Jumlah penampilan eks penjaga gawang itu hanya diungguli oleh Stilliyan Petrov (105), mantan pemain yang kini mendukung Berbatov.

Dua ikon sepakbola Bulgaria itu akan bertarung memperebutkan kursi pemimpin otoritas sepakbola Bulgaria.

Berbatov menyerang lawannya dengan isu korupsi dan menjanjikan transparansi dalam tubuh BFU jika menjabat.

“Hasil-hasil yang kurang memuaskan, skandal yang terus terjadi, dugaan korupsi, insiden rasis di pertandingan lawan Inggris, polisi masuk ke markas BFU… semua ini menunjukkan ada di mana sepak bola Bulgaria sekarang,” kata Berbatov.

“Itu menunjukkan seberapa besar perubahan radikal yang dibutuhkan. Setelah mengatakannya, saya merasa siap untuk mengemban tanggung jawab untuk membawa perubahan itu,” imbuh top skor Liga Inggris 2010/11 tersebut.

Sementara itu, Mihaylov berkampanye mengenai peningkatan fasilitas sepak bola. Jika terpilih, ia berjanji akan membangun stadion-stadion baru.

“Stadion nasional yang baru perlu dibangun, ditambah beberapa stadion yang lebih kecil,” kata mantan pemain Levski Sofia itu.

Terkait insiden rasisme pada 2019, Mihaylov pun membela diri. Ia menuduh ada “skenario” untuk menggulingkan dirinya.

“Ketika Anda berada di atas, anginnya makin kencang. Semua orang tahu yang terjadi di pertandingan lawan Inggris itu hanya kebetulan. Bulgaria tidak pernah menjadi negara rasis; semuanya sudah diskenariokan,” kata Mihaylov kepada Sportal via The Guardian.

Mihaylov sendiri telah menjabat sebagai ketua BFU selama lima periode sejak 2005. 




Sumber : The Guardian


BERITA LAINNYA



Close Ads x