Kompas TV nasional peristiwa

Kala Gibran Mulai Bosan Hadapi Serangan Hasto ke Jokowi dan Keluarga

Kompas.tv - 3 April 2024, 18:31 WIB
kala-gibran-mulai-bosan-hadapi-serangan-hasto-ke-jokowi-dan-keluarga
Wali kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (kiri) memenuhi panggilan DPP PDI Perjuangan untuk memberi klarifikasi terkait pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan relawan Jokowi, di kantor DPP PDI-P, Senin (22/5/2023). Gibran kembali menanggapi komentar Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto yang terus menyindir keluarga besar Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Sumber: KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)
Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Calon Wakil Presiden (Cawapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka enggan berbicara banyak terkait sindiran-sindiran yang dilayangkan Sekjen PDI Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto. 

Mulai dari sindirian Hasto PDI-P khilaf mencalonkan Gibran menjadi Walikota Solo hingga soal Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang ingin merebut kursi ketua umum PDI-P sebagai kendaraan politik untuk 21 tahun ke depan. 

Tiga hari terakhir Hasto mulia melontarkan sindiran yang menyudutkan Gibran dan sindiran tersebut memang sering ditanyakan oleh awak media kepada Gibran. 

Namun Gibran tak berkomentar banyak soal pernyataan Hasto yang menyudutkannya.

Berikut beberapa serangan Hasto yang menyasar ke Jokowi dan keluarga:. 

Khilaf usung Gibran

Sabtu (30/3/2024), Hasto menyebut DPP PDI-P khilaf mencalonkan Gibran sebagai walikota Solo. 

Menurutnya, pencalonan Gibran tidak terlepas dari kemajuan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Akan tetapi kemajuan tersebut ternyata dipicu oleh beban utang yang sangat besar. 

Gibran pun meminta maaf lantaran pencalonannya di Pilwalkot Solo 2020 merupakan sebuah kekeliruan partai. 

"Mohon maaf Pak Hasto. Terima kasih, Pak Hasto paling oke," ujar Gibran.

Hasto juga mengingatkan seorang pemimpin negara harus mempunyai kedewasaan. Ia mengibaratkan untuk menjadi seorang sopir truk saja ada batas usianya, apalagi memimpin negara dengan masalah yang sangat kompleks.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto sebut Marsekal Madya Tonny Harjono Jabat KSAU karena Saudaranya Iriana Jokowi

Hasto mencontohkan, masalah kedewasaan pada suatu pekerjaan sangat penting dengan berkaca pada kecelakaan yang terjadi di Gerbang Tol Halim Perdanakusuma pada Rabu (27/3) lalu.

"Karena kedewasaan di dalam mengemban jabatan-jabatan tertentu, untuk sopir truk aja itu berbahaya, apalagi kaitannya dengan mengelola suatu negara sebesar Indonesia dengan problematika yang sangat kompleks," ujar Hasto dalam acara diskusi bertajuk 'Sing Waras Sing Menang', Sabtu (30/3).

Menanggapi hal itu, Gibran juga tidak banyak berkomentar. Kakak dari Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep itu mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan Hasto. Ia juga menganggap Hasto politisi senior yang paling oke. 

"Ya, terima kasih, Pak Hasto. Mohon maaf, Pak Hasto," ujar Gibran di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3) malam.

Kebohongan Gibran 

Kemudian pada Senin (1/4), Hasto mengungkap pernyataan Gibran yang tidak ingin mencalonkan diri di Pilpres 2024. 

Dalam catatannya Gibran sudah dua kali membantah akan maju dalam Pilpres 2024. Pertama saat Gibran dipanggil DPP PDI-P soal pertemuannya dengan Capres Prabowo Subianto. 

Dalam konfirmasi tersebut Gibran mengaku tidak punya kepentingan terkait Pilpres 2024 dan pertemuan tersebut hanya sebatas menjamu pejabat negara yang datang ke Solo. 

Kedua, pada awal Agustus 2023 di dalam rapat konsolidasi seluruh kepala daerah, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bertanya hal yang sama dan dijawab di hadapan seluruh kepala daerah Gibran tidak akan maju di Pilpres 2024. 

Baca Juga: Saling Sindir Gibran dan Hasto PDIP, Ibaratkan Sopir Truk Kecelakaan Halim hingga Paling Oke



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x