Kompas TV nasional humaniora

Ayah Bunda Wajib Tahu! Ini Daftar 14 Vaksin yang Masuk Imunisasi Dasar Rutin Kemenkes

Kompas.tv - 23 Februari 2024, 10:12 WIB
ayah-bunda-wajib-tahu-ini-daftar-14-vaksin-yang-masuk-imunisasi-dasar-rutin-kemenkes
Ilustrasi. Para orangtua di Indonesia perlu mengetahui, bahwa saat ini ada 14 jenis vaksin yang menjadi imunisasi dasar wajib bagi anak-anak Indonesia. Yakni setelah Kementerian Kesehatan menambah imunisasi rutin anak, dari 11 menjadi 14 jenis antigen vaksin. (Sumber: Kemkes.go.id)
Penulis : Dina Karina | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV - Para orangtua di Indonesia perlu mengetahui, bahwa saat ini ada 14 jenis vaksin yang menjadi imunisasi dasar wajib bagi anak-anak Indonesia. Yakni setelah Kementerian Kesehatan menambah imunisasi rutin anak, dari 11 menjadi 14 jenis antigen vaksin.

Pada perluasan imunisasi ini, terdapat tiga vaksin tambahan, yaitu Human Papillomavirus Vaccine (HPV) untuk penyakit kanker, Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk penyakit pneumonia, dan Rotavirus Vaccine (RV) untuk penyakit diare. 

Kemenkes juga memberikan imunisasi polio suntik dosis kedua atau IPV2 untuk memperkuat perlindungan dari polio.

Dengan tambahan tersebut, 14 jenis vaksin yang diberikan pada imunisasi rutin adalah:

Baca Juga: Rotavirus Jadi Penyebab Terbanyak Kasus Diare Anak, Kemenkes Tekankan Pentingnya Imunisasi

  • BCG (Bacillus Calmette-Guérin) untuk penyakit tuberkulosis (TB)
  • DPT-Hib untuk penyakit difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b
  • MMR untuk campak rubella
  • MR untuk campak rubella
  • OPV atau vaksin polio tetes
  • IPV atau vaksin polio suntik
  • IPV2 atau vaksin polio suntik
  • Vaksin TT (untuk penyakit difteri tetanus)
  • DT (untuk penyakit difteri tetanus)
  • TD (untuk penyakit difteri tetanus)
  • Vaksin Japanese Encephalitis (JE) untuk penyakit radang otak
  • HPV
  • PCV
  • Rotavirus

Mengutip keterangan resmi Kemenkes, vaksin HPV diberikan untuk melindungi anak perempuan dari kanker serviks atau leher rahim saat dewasa nanti. 

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, sebanyak lebih dari 103 juta perempuan berusia 15 tahun ke atas di Indonesia berisiko terkena penyakit kanker serviks.

Baca Juga: Cara Cek Sertifikat Vaksin di Aplikasi SATUSEHAT Mobile lewat HP

"Selain itu, sekitar 36.000 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap tahunnya dan sekitar 70 persen di antaranya berada pada stadium lanjut. Angka kematian akibat kanker serviks pun tergolong tinggi, yakni sekitar 21.000 kematian pada 2020," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, mengutip pemberitaan Kompas.tv sebelumnya. 

Sementara itu, data Globocan tahun 2021 mencatat, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang semakin meningkat. Perluasan pencanangan imunisasi HPV untuk menjaga masa depan anak-anak perempuan Indonesia agar selalu sehat.

“Vaksin HPV ini akan diberikan secara gratis dan sangat penting untuk melindungi anak perempuan dari kanker serviks atau kanker leher rahim. Tingkat kematian akibat kanker ini mencapai 50 persen karena mereka datang sudah terlambat,” ujarnya. 

“Imunisasi merupakan upaya yang paling murah. Kalau sudah kena kanker serviks sudah pasti mahal biayanya. Tolong sampaikan kepada masyarakat, terutama yang memiliki anak perempuan usia 11 dan 12 tahun, untuk segera memanfaatkan program pemerintah ini," ujarnya. 

Baca Juga: Polio Hanya Bisa Dicegah dengan Vaksin? Kenali Penyakitnya Berikut | SINAU

Sementara itu, Pneumonia dan diare merupakan 2 dari 5 penyebab tertinggi kematian balita di Indonesia yang dapat dicegah dengan imunisasi PCV dan Rotavirus. 



Sumber :

BERITA LAINNYA



Close Ads x