Kompas TV kolom opini

Mewujudkan Mimpi Football Is Coming Home

Kompas.tv - 10 Juli 2024, 15:37 WIB
mewujudkan-mimpi-football-is-coming-home
Pelatih Gareth Southgate dan Mimpi Mewujudkan Football is Coming Home (Sumber: Facebook Euro UEFA 202)

Oleh: Martian Damanik, Jurnalis KompasTV

KOMPAS.TV - Gareth Southgate tidak akan pernah melupakan Piala Eropa 1996. Dicemooh fans Inggris karena gagal melaksanakan tugas sebagai eksekutor adu pinalti melawan Jerman. 

Bukan cuma itu, Stuart Pearce, seniornya ikut marah melempar botol minuman melihat Inggris gagal melaju ke final. 

Baca Juga: Tuntaskan Dendam Iniesta dan Luis Aragones

Kegagalannya itu membuat tim Tiga Singa gagal memboyong Piala Eropa di tengah gencarnya kampanye “Football Is Coming Home”.

Sebagai negara asal olah raga sepak bola, Inggris sangat berhasrat menjadi juara. Apalagi koleksi gelar mereka hanya 1, juara Piala Dunia 1966, belum jadi juara di Eropa.

Kini Southgate jadi pelatih. Di tangannya, Inggris mencapai semi final Piala Dunia 2018, runner up Piala Eropa 2020, dan perempat final Piala Dunia 2022. 

Inggris terakhir kali sampai semi final Piala Dunia itu tahun 1990 era Bobby Robson. Sempat mencapai final Piala Eropa di era sepak bola modern itu baru ketika ditangani Southgate. 

Tidak di era nama-nama hebat seperti Glenn Hoddle, Terry Venables, Kevin Keeagan atau Svend-Goran Eriksson. 

Capaian itu ternyata belum cukup, dia belum meraih apapun, begitu kira-kira yang ada di benak sebagian orang Inggris. 

Bahkan, sebelum mencapai semi final Piala Eropa 2024, senior-senior Southgate ramai-ramai mengkritik penampilan Harry Kane dan kawan-kawan. 

Alan Shearer mempertanyakan taktik Inggris dan minta dua pemain dicoret. Gary Lineker bilang penampilan Kane dkk seperti sampah. 

Baca Juga: Piala Eropa Tanpa Juara Bertahan

Belakangan setelah Inggris lolos ke semi final, keduanya mendukung dan yakin Inggris lolos ke final. Shearer mengaku hanya ingin bersuara jujur dan tidak punya persoalan pribadi dengan Southgate.

Southgate tidak bereaksi dengan kritik Shearer itu. Penampilannya kalem di luar dan di dalam lapangan. 

Saat jadi pemain, dia tidak segalak Tony Adams, Stuart Pearce, Des Walker, apalagi Martin Keown. 

Mantan pemain Aston Villa itu dikenal sebagai pribadi sederhana dan menyenangkan oleh tetangganya di kota Harrogate. 

Jadi kritik atau cemooh tidak akan memengaruhi fokus menghadapi semi final melawan Belanda. Saatnya Southgate mewujudkan mimpi “Football is Coming Home”.



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x