HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Dirut RS Dokter Soetomo: 79% Pasien adalah Warga Surabaya

Selasa, 30 Juni 2020 | 22:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kuat dugaan, tidak singergisnya pemerintah kota Surabaya, dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, menjadi penyebab tidak terkontrolnya kasus positif corona di Surabaya.

Wali kota Surabaya Tri Risma Harini, sampai harus bersujud sambil menangis, karena dirinya mendengar banyak warga Surabaya, yang tidak bisa dirawat di Rumah Sakit Dokter Sutomo, karena jumlah pasien yang dirawat, melebih kapasitas.

Risma pun mengaku, Pemkot Surabaya sudah berkomunikasi dengan pengelola rumah sakit, tetapi terkendala wewenang rumah sakit yang ada di pemprov Jawa Timur.

Baca Juga: Soal Sujud Depan Dokter, DPRD Surabaya: Bu Risma Tidak Ingin Warganya Disalahkan

Salah satu dokter di Rumah Sakit Dokter Sutomo Surabaya menyampaikan, kesulitan menemukan tempat untuk merawat warga yang diduga terjangkit corona. 

Perdebatan Antara Wali Kota Risma dan dokter rumah sakit pun berlanjut, terkait penyaluran alat pelindung diri, atau APD.

Per hari ini provinsi Jawa Timur punya kasus positif corona terbesar di Indonesia, melampaui DKI Jakarta, dengan 12.136 kasus.

Dan kota Surabaya, kini memiliki kasus positif corona terbesar sejawa timur. 

Per hari ini (30/6/2020), sudah ada 5.605 kasus positif corona di Surabaya atau 46 persen lebih dari total kasus positif corona di Jawa Timur. 

Baca Juga: Update Corona 30 Juni: 56.385 Positif, 24.806 Sembuh, 2.876 Meninggal

Disusul Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan kabupaten kota lainnya.

Disisi lain, sejumlah rumah sakit rujukan pasien corona di Surabaya melaporkan, kondisi ruang isolasi mereka dalam keadaan penuh. 

Sejumlah rumah sakit yang ruang isolasinya penuh itu diantaranya Rumah Sakit Universitas Airlangga, rumah Sakit Husada Utama, rumah sakit PHC Surabaya, RSU Haji Surabaya, dan rumah sakit Adi Husada Undaan Wetan.

Presiden Joko Widodo sudah menekankan, penanganan corona di Indonesia, harus diimplementasikan dengan cara penanganan krisis suatu negara.

Karena itu, di masa krisis seperti sekarang, egosektoral, apalagi egopolitik, tentu harus dibuang jauh-jauh.

Editor : Merlion Gusti



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:00
PEMAIN SAYAP LEROY SANE BERGABUNG KE BAYERN MUENCHEN DENGAN KONTRAK HINGGA JUNI 2025    JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 10.889.434 POSITIF, 5.771.673 SEMBUH, 521.669 MENINGGAL DUNIA    JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 2.739.879 POSITIF, 781.970 SEMBUH, 128.740 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA    WNI YANG TERKENA KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.119 ORANG: 747 SEMBUH, 77 MENINGGAL DUNIA, 295 DALAM PERAWATAN   HINGGA 3 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI KALIMANTAN BARAT: 336 POSITIF, 277 SEMBUH, 4 MENINGGAL DUNIA   GUBERNUR KALBAR SUTARMIDJI GUNAKAN STRATEGI "RAPID TEST" SEBANYAK MUNGKIN UNTUK TEKAN PENULARAN KORONA   PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 235 MILIAR   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 453 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 3 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 60.695 POSITIF, 27.568 SEMBUH, 3.036 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 3 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 871.436 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 144 LAB   HINGGA 3 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH ODP KORONA 38.767 ORANG DAN JUMLAH PDP KORONA 13.609 ORANG