Kompas TV TALKSHOW rosi

Benarkah Kasus Penyerangan John Kei Terencana? Ini Jawaban Dirkrimum PMJ - ROSI

Sabtu, 27 Juni 2020 | 22:46 WIB

Polda Metro Jaya telah melakuka pra rekonstruksi kasus pembunuhan berencana oleh John Kei terhadap Nus Kei. Sebanyak 43 adegan di lima tempat kejadian perkara memperkuat dugaan, ada perintah John Kei untuk membunuh pamannya Nus Kei.  Salah satunya dalam adegan pra rekonstruksi, John Kei yang diperankan oleh peran pengganti bertanya, “apa hukuman mati bagi seorang pengkhiat?” Kemudian ketujuh anak buahnya menjawab, “mati!”

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan tidak pernah ada orang yang tiba-tiba melakukan tindakan pembunuhan tanpa ada perencanaan. Ia meyakini dengan memiliki kelompok yang begitu besar, tindak kejahatan yang dilakukan tentu ada koordinasi dan perintah.

Oleh sebab itu, meskipun pengacara John Kei mengatakan perbuatan tersebut adalah spontanitas anak buahnya, bagi pihak kepolisian keterangan itu tidak bernilai. Merujuk pada pasal 184 tentang pembuktian, keterangan tersangka yang merupakan bagian dari alat bukti itu tidak bernilai. Sedangkan pembuktian yang bernilai adalah keterangan saksi, adanya surat, dan terakhir keterangan tersangka.

Selengkapnya, hanya di dialog Rosianna Silalahi bersama Kombes Tubagus Ade Hidayat (Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya), Prof. M. Mustofa (Kriminolog Universitas Indonesia), JJ Rizal (Sejarawan Universitas Indonesia), dan Marsyel Ririhena (Pengusaha Jasa Keamanan) dalam Talkshow ROSI episode Geger Para Preman. Tayang 25 Juni 2020 WIB di Kompas TV Independen Tepercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.

Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV.

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow 

Penulis : Novian Zainul Arifin


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:19
WHO: NEGARA MISKIN AKAN TERIMA VAKSIN PERTAMA COVID-19 PADA KUARTAL 1 2021   PALESTINA AKAN GELAR PEMILU PRESIDEN DAN PARLEMEN UNTUK PERTAMA KALI SETELAH 15 TAHUN   SEKJEN PBB ANTONIO GUTERRES SERUKAN NEGARA-NEGARA DI DUNIA BERBAGI VAKSIN COVID-19   BNPB: PELABUHAN HINGGA RUMAH SAKIT RUSAK BERAT AKIBAT GEMPA DI SULBAR   PEMKOT PALANGKA RAYA TERAPKAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT MULAI 17-31 JANUARI 2021   BAKAMLA KERAHKAN KN SINGA LAUT UNTUK BANTU KORBAN GEMPA DI SULBAR   BPBD PUSATKAN TITIK PENGUNGSIAN DI STADION MAMUJU DAN AREA KANTOR GUBERNUR SULBAR   BPPT: BANJIR DI KALSEL DIKARENAKAN HUJAN EKSTREM   TIM DVI POLRI TERIMA 162 KANTONG JENAZAH KORBAN KECELAKAAN SRIWIJAYA AIR SJ182   KASAL KERAHKAN PRAJURIT, ALUTSISTA, & BANSOS UNTUK OPERASI SAR SRIWIJAYA AIR, GEMPA MAMUJU, & BANJIR MARTAPURA   KOGABWILHAN MENYATAKAN PASIEN COVID-19 DI RSD WISMA ATLET YANG DINYATAKAN SEMBUH MENCAPAI 42.664 ORANG   KAPOLRI INSTRUKSIKAN SELURUH POLDA BANTU RUMAH SAKIT TINGKATKAN KAPASITAS RUANG ISOLASI   HINGGA 16 JANUARI 2021, ADA 143.517 KASUS AKTIF COVID-19 DI INDONESIA   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT SEBANYAK 8.662 ORANG DINYATAKAN SEMBUH DARI VIRUS KORONA