Kompas TV internasional kompas dunia

Corona Belum Usai, WHO: Dunia Dalam Fase Baru dan Berbahaya

Minggu, 21 Juni 2020 | 20:35 WIB

KOMPAS.TV - WHO menyerukan agar masyarakat tidak menyerah untuk tetap berada di rumah karena Covid-19 sudah menjangkiti 8,6 juta penduduk dunia dan menyebabkan 458.000 penderitanya meninggal.

Padahal vaksin masih jauh dari genggaman karena masih dalam tahap uji klinis.

"Dunia kini dalam fase yang baru dan berbahaya. Banyak orang sudah bosan berada di rumah, banyak negara ingin sekali membuka masyarakat dan ekonomi tetapi virus masih menyebar cepat," ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dirjen WHO.

Pernyataan Dirjen WHO jadi relevan ketika kita melihat munculnya kasus-kasus baru setelah pemerintah sebuah negara dianggap mampu menekan laju corona.

Di Tiongkok, misalnya. Kini pemerintah Tiongkok kembali berhati-hati, setelah salah satu pasar grosir di beijing jadi lokasi penularan kasus baru Covid-19 setelah berbulan-bulan tak ada penularan lokal.

Atau Selandia Baru. Negara ini sempat mendapatkan status bebas corona setelah tidak ada lagi kasus aktif Covid-19, setelah pasien terakhir dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang.

Namun begitu perbatasan dilonggarkan, langsung muncul 2 kasus baru dari 2 orang yang baru tiba dari London, Inggris.

Di sejumlah negara, mobilitas lintas batas jadi salah satu jembatan penularan.

Sementara kita sudah memutuskan untuk tidak menutup penuh perbatasan maupun perlintasan.

Ditambah lagi kita dihadapkan pada berbagai macam kegiatan yang berpotensi meningkatkan angka positif.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:51
TAK PUNYA LISENSI, APPLE HAPUS LEBIH DARI 30.000 APLIKASI TIONGKOK DARI APP STORE HINGGA JULI 2020   HARGA EMAS ANTAM NAIK MENJADI RP 1,029 JUTA PER GRAM PADA SELASA, 4 AGUSTUS 2020   JUMLAH PENUMPANG PESAWAT DI 19 BANDARA YANG DIKELOLA PT ANGKASA PURA II MELONJAK 143 PERSEN PADA JULI 2020   MENDAGRI INDIA AMIT SHAH MENGUMUMKAN DIRINYA POSITIF TERINFEKSI KORONA MELALUI MEDIA SOSIAL   HARI INI, BARESKRIM POLRI BERENCANA PERIKSA PENGACARA DJOKO TJANDRA, ANITA DEWI KOLOPAKING   IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA MEMPREDIKSI KASUS POSITIF KORONA TEMBUS 2.000 PER HARI   HINGGA 4 AGUSTUS 2020, JUMLAH PASIEN POSITIF KORONA DI SECAPA AD DARI 1.308 BERKURANG MENJADI 188 ORANG   DINAS KEHUTANAN SUMSEL MENCATAT 20 PERSEN HUTAN BAKAU DALAM KONDISI KRITIS KARENA AKTIVITAS MASYARAKAT   KEMENRISTEK MINTA MASYARAKAT HATI-HATI CERMATI ISU PENEMUAN OBAT HERBAL UNTUK CEGAH COVID-19 OLEH HADI PRANOTO   AZAS NAINGGOLAN: GANJIL-GENAP DORONG MUNCULNYA KLASTER TRANSMISI COVID-19 KE TRANSPORTASI PUBLIK   PENGAMAT TRANSPORTASI AZAS NAINGGOLAN NILAI GANJIL-GENAP TAK BISA MENEKAN MOBILITAS WARGA DI TENGAH PANDEMI   KEMENKES IMBAU TOKOH PUBLIK TAK MENYAMPAIKAN INFORMASI TERKAIT COVID-19 YANG MENIMBULKAN PRO KONTRA DI MASYARAKAT   BARESKRIM BELUM TERIMA SURAT KUASA OTTO HASIBUAN SEBAGAI PENGACARA TERPIDANA KASUS "CESSIE" BANK BALI DJOKO TJANDRA   KUASA HUKUM EKS KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN: ALASAN JAKSA TOLAK PERMOHONAN "JUSTICE COLLABORATOR" TAK BERDASAR